IPD – 08 Maret 2026 | Persija Jakarta kini berada di posisi genting setelah kehilangan peringkat kedua di klasemen Super League 2025/2026. Kemenangan dramatis Borneo FC 5-1 atas Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 membuat sang macan menempati posisi runner-up dengan 53 poin, menyingkirkan Persija yang hanya mengumpulkan 51 poin. Persaingan tajam ini tidak hanya berpengaruh pada gelar domestik, melainkan juga pada tiket berharga ke kompetisi Asia, yakni AFC Challenge League.
Bagaimana Persija Bisa Kembali ke Jalur AFC?
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan bahwa setiap peluang harus dimaksimalkan. “Di level seperti ini, Anda tidak bisa melewatkan terlalu banyak kesempatan,” ujarnya setelah pertandingan melawan Borneo yang berakhir imbang 2-2. Persija kini harus menambah tiga poin pada laga berikutnya melawan Dewa United pada 15 Maret 2026 di Stadion Internasional Jakarta.
Jika Persija berhasil mengalahkan Dewa United, mereka dapat kembali menutup jarak satu poin dari Borneo dan mengamankan tiket AFC Challenge League. Namun, Dewa United yang saat ini berada di posisi kesebelas dengan 33 poin juga berambisi meraih posisi tiga besar, menjadikan laga ini penting bagi kedua belah pihak.
Statistik Kunci dari 10 Pekan Terakhir
- Persija: 51 poin, 5 kemenangan, 2 seri, 3 kekalahan dalam 10 laga terakhir.
- Borneo FC: 53 poin, 6 kemenangan, 1 seri, 3 kekalahan.
- Dewa United: 33 poin, 3 kemenangan, 4 seri, 3 kekalahan.
Statistik ini menunjukkan bahwa selisih poin antara Persija dan Borneo dapat terjembatani dalam tiga pertandingan tersisa, terutama bila Persija mampu memanfaatkan keunggulan kandang melawan Dewa United.
Faktor Cedera dan Suspensi yang Mempengaruhi Persija
Tim Persija harus mengatasi sejumlah masalah cedera. Mauro Zijlstra, bek tengah Persija, mengalami cedera paha yang diperkirakan membuatnya absen hingga beberapa pekan, termasuk laga melawan Dewa United. Selain itu, pemain asing Thom Haye dan Shayne Pattynama sedang menjalani sanksi disiplin FIFA yang membuat mereka tidak dapat bermain dalam FIFA Series 2026. Kedua absennya dapat memengaruhi stabilitas lini belakang dan tengah Persija.
Di sisi lain, Dewa United tidak memiliki masalah serupa dan dapat menurunkan skuad penuh, memberi mereka keunggulan dalam pertandingan langsung.
Implikasi Finansial dan Reputasi
AFC Challenge League tidak hanya menawarkan kesempatan bersaing di tingkat Asia, tetapi juga hadiah finansial yang signifikan. Setiap kemenangan dalam kompetisi ini membawa pendapatan tambahan, memperkuat keuangan klub, dan meningkatkan reputasi internasional. Bagi Persija, yang sudah dikenal sebagai klub terbesar di Indonesia, kegagalan meraih tiket dapat menurunkan citra dan peluang sponsor.
Sementara itu, Borneo FC yang kini menempati posisi runner-up memiliki peluang besar untuk menjadi perwakilan Indonesia di AFC Challenge League. Jika Borneo tetap pada posisinya, Persija harus menunggu kesempatan berikutnya untuk kembali bersaing di tingkat Asia.
Prediksi Akhir Musim
Dengan hanya 10 pertandingan tersisa, prediksi akhir musim sangat bergantung pada performa Persija melawan Dewa United dan hasil pertandingan Borneo melawan tim-tim papan atas lainnya. Jika Persija menang dan Borneo mengalami satu kekalahan, Persija dapat kembali menempati posisi kedua. Namun, bila Borneo mempertahankan konsistensi, mereka akan melaju ke AFC Challenge League, meninggalkan Persija di posisi ketiga.
Secara keseluruhan, persaingan di puncak Super League menjanjikan aksi menegangkan hingga akhir musim. Persija harus mengoptimalkan strategi, mengatasi masalah cedera, dan memanfaatkan keunggulan kandang untuk mengembalikan diri ke jalur AFC.
Kesimpulannya, pertarungan Persija melawan Dewa United menjadi titik balik penting. Kemenangan dapat mengembalikan harapan Persija untuk melaju ke kompetisi Asia, sementara kegagalan akan menegaskan dominasi Borneo FC di papan atas dan memperkuat posisi Dewa United sebagai penantang kuat di tengah klasemen.
