IPD – 12 Maret 2026 | Surabaya, 10 Maret 2026 – Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Honda HR‑V berplat nomor L 1442 BBR menimbulkan kepanikan di Jalan Darmokali pada Selasa sore. Kendaraan tersebut terguling, menimpa seorang pengendara sepeda motor yang berada tepat di belakangnya, dan berakhir dalam posisi terbalik menutupi sebagian jalan utama.
Rangkaian Kejadian
Menurut saksi mata, seorang pria berusia 25 tahun mengemudikan HR‑V dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju utara. Saat mendekati lampu merah di perempatan Jalan Darmokali, mobil tiba‑tiba kehilangan kestabilan dan oleng ke kanan. “Mobilnya melaju sangat cepat, kemudian secara mendadak menggelinding ke kanan dan menabrak pembatas jalan. Karena benturan keras, mobil terlepas dari sasis dan terbang, akhirnya terguling,” ujar Adit Aliansyah, pengendara motor yang menjadi korban.
Motor yang ditimpa mengalami kerusakan parah pada bagian depan, namun pengendara berhasil selamat tanpa luka serius karena hanya bagian bodi motor yang terjepit. Sementara itu, pengemudi HR‑V mengalami luka robek pada kepala akibat posisi terbalik kendaraan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif.
Penyebab Dugaan
Pemeriksaan awal oleh tim kepolisian menyinggung kemungkinan besar kecelakaan dipicu oleh kondisi mengantuk sang pengemudi. Pengemudi diketahui mengemudi seorang diri, tanpa penumpang yang dapat membantu mengendalikan kendaraan. Kecepatan tinggi yang dipertahankan menambah faktor risiko, terutama pada kondisi fisik yang tidak optimal.
Petugas medis yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses evakuasi bangkai mobil memakan waktu sekitar 45 menit, karena posisi mobil yang melintang menutupi lebar jalan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya harus mengerahkan mobil crane untuk memindahkan kendaraan yang terbalik.
Dampak Lalu Lintas
- Jalan Darmokali sempat ditutup selama kurang lebih satu jam untuk proses penyelamatan dan pembersihan.
- Arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif, menyebabkan kemacetan di area sekitar perempatan.
- Pengendara motor yang selamat melaporkan kerusakan total pada kendaraannya dan harus mengajukan klaim asuransi.
Langkah Penanganan dan Tindakan Lanjutan
Pihak kepolisian Surabaya membuka penyelidikan resmi dan menyiapkan laporan akhir yang akan mencakup analisis teknis kendaraan, rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta hasil pemeriksaan medis terhadap pengemudi. Jika terbukti bahwa mengantuk menjadi faktor utama, maka kemungkinan besar pelanggaran lalu lintas akan dikenakan sanksi administratif dan pidana sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, Dinas Perhubungan Surabaya berencana melakukan sosialisasi ulang mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, serta menekankan pentingnya kepatuhan pada batas kecepatan di area perkotaan.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan kendaraan pribadi di Surabaya pada awal tahun 2026, mempertegas kebutuhan akan edukasi keselamatan berkendara yang lebih intensif.
Dengan tidak adanya korban jiwa, namun adanya luka serius pada pengemudi dan kerugian material yang signifikan, insiden ini menjadi pengingat kuat bagi semua pengguna jalan untuk selalu mengutamakan kondisi fisik dan mental sebelum mengemudi, serta mematuhi peraturan lalu lintas demi mengurangi potensi tragedi serupa di masa mendatang.
