IPD – 08 Maret 2026 | Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di Pekanbaru menjadi sorotan publik pada Sabtu (7/3/2026) setelah pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 mengalami kerusakan pada bagian nose cone atau moncong pesawat sesudah mendarat.
Kronologi Kejadian
Penerbangan GA176 yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada pukul 15.10 WIB tiba di Bandara SSK II sekitar pukul 17.15 WIB. Saat pesawat mulai melakukan pendekatan, penumpang mencatat adanya awan gelap dan turbulensi ringan, namun tidak ada suara benturan yang terdengar di dalam kabin. Begitu pintu pesawat terbuka, sejumlah penumpang langsung memperhatikan moncong pesawat yang tampak penyok dalam, dengan cat terkelupas pada sisi kiri radome.
Pernyataan Resmi Bandara SSK II
General Manager Bandara SSK II, Achmad, mengonfirmasi bahwa tim teknis bandara bersama teknisi Garuda Indonesia melakukan inspeksi visual segera setelah pendaratan. “Kerusakan pada radome (hidung pesawat) sisi kiri terdeteksi secara visual. Kedalaman penyok masih dalam evaluasi untuk memastikan integritas struktur,” ujar Achmad melalui pesan WhatsApp pada malam hari.
Bandara SSK II menambahkan bahwa penyelidikan awal mengidentifikasi kemungkinan Foreign Object Damage (FOD), namun belum dapat dipastikan apakah penyebabnya adalah tabrakan burung (bird strike) atau benda asing lain yang menempel pada landasan. Tim inspeksi masih melakukan pengukuran kedalaman penyok dan memeriksa komponen internal radome.
Reaksi Penumpang
Salah satu penumpang, Rizki Ganda Sitinjak (29), mengaku “syok” setelah melihat kondisi moncong pesawat. “Kami tidak mendengar suara benturan selama penerbangan, namun sesaat sebelum landing ada awan hitam dan turbulensi ringan. Saat keluar, moncongnya sudah rusak cukup parah,” ungkapnya kepada Kompas.com.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan teknisi dan kru darat memeriksa kedalaman penyok, serta cat yang terkelupas pada permukaan radome. Sejumlah penumpang lain mengunggah foto dan video di platform Instagram @pkucity, menambah kehebohan publik.
Langkah Penanganan dan Dampak Operasional
Karena kerusakan yang signifikan, Garuda Indonesia membatalkan penerbangan kembali ke Jakarta. Penumpang sebanyak 30 orang yang semula dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno‑Hatta dialihkan ke penerbangan Citilink menuju Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 19.12 WIB.
- Tim teknis melakukan pemeriksaan non‑destruktif (NDT) untuk menilai integritas struktural radome.
- Jika diperlukan, komponen nose cone akan diganti di bengkel perawatan resmi Garuda.
- Bandara SSK II berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) untuk melaporkan hasil inspeksi.
- Penumpang yang terdampak diberikan kompensasi sesuai kebijakan maskapai.
Proyeksi Investigasi Selanjutnya
Investasi lebih lanjut melibatkan analisis rekaman video ATC, data Flight Data Recorder (FDR), serta pemeriksaan runway untuk mendeteksi keberadaan benda asing. Otoritas penerbangan Indonesia (DGCA) diperkirakan akan mengeluarkan rekomendasi keselamatan setelah laporan akhir selesai.
Insiden ini menambah daftar peristiwa serupa yang menyoroti pentingnya manajemen risiko FOD di bandara domestik. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan prosedur inspeksi pra‑penerbangan dan pemeliharaan runway.
Dengan investigasi yang masih berjalan, pihak bandara dan maskapai berjanji akan menginformasikan publik secara transparan mengenai temuan akhir dan langkah preventif yang akan diimplementasikan.
