IPD – 09 Maret 2026 | Ajax Amsterdam menelan kekalahan pahit 1-3 di kandang FC Groningen pada laga pekan ke-26 Eredivisie 2025/2026, menandai pertandingan pertama Maarten Paes yang mengalami kegagalan tiga kali menghalau tembakan. Kiper berkewarganegaraan Indonesia itu sebelumnya dipuji karena tiga penyelamatan krusial (save) dalam pertandingan-pertandingan awal musim, namun pada 8 Maret 2026 ia menjadi sorotan utama setelah gawangnya dibobol tiga kali.
Rangkaian Gol dan Kesalahan Pertahanan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Enam menit setelah peluit pertama, Thom van Bergen memanfaatkan umpan Dies Janse untuk mencetak gol pembuka bagi Groningen, memaksa Paes melakukan penyelamatan pertama. Ajax berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke‑30 lewat Davy Klaassen yang menuntaskan umpan dari Anton Gaaei, menutup babak pertama dengan skor 1-1.
Namun, babak kedua berubah drastis. Oskar Zawada, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi ancaman utama. Pada menit ke‑65, ia mencetak gol kedua Groningen setelah menerima assist dari Marvin Peersman. Tujuh menit kemudian, Zawada menambah satu lagi, kali ini dari umpan matang Thijmen Blokzijl, menjadikan skor akhir 3-1 untuk tuan rumah.
Pernyataan Maarten Paes dan Analisis Mentalitas
Usai pertandingan, Maarten Paes tidak menahan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa Ajax gagal menunjukkan mentalitas tim sejati ketika berada di bawah tekanan. “Sebuah tim harus bersedia berjuang mati‑matan untuk satu sama lain. Di saat‑saat sulitlah kita melihat apakah kita memang sebuah tim,” ujarnya dalam konferensi pers.
Paes menambahkan bahwa sikap pemain berubah drastis setelah tim masuk ke zona tertekan. “Saat menang, semua orang bersahabat. Saat sulit, kami harus tetap bersatu,” katanya. Ia menolak menyalahkan rekan satu tim, memilih introspeksi pribadi dan menekankan pentingnya kebersamaan.
Reaksi Pelatih Fred Grim dan Dampak Pada Klasemen
Pelatih Ajax, Fred Grim, mengakui penurunan performa tim pada babak kedua sulit dijelaskan. “Kami mengendalikan permainan di babak pertama, namun tidak dapat mempertahankannya,” ia menyatakan. Kekalahan ini menurunkan Ajax ke posisi ketiga dengan 44 poin, menutup jarak dengan Feyenoord (48 poin) dan NEC Nijmegen (43 poin) yang belum memainkan pertandingan pekan ke‑26.
Dengan delapan pertandingan tersisa, Ajax harus meraih poin maksimal untuk kembali bersaing di zona dua besar dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Prospek dan Tantangan Kedepan
Jadwal selanjutnya menampilkan laga melawan Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA pada 15 Maret 2026. Ajax memerlukan kemenangan untuk menghentikan tren negatif. Maarten Paes menegaskan kembali pentingnya kerja keras dan solidaritas tim, menambahkan bahwa talenta saja tidak cukup bila tidak diimbangi dengan semangat juang.
Menurut analisis Bola.com, Ajax memiliki skuad berbakat, namun kurangnya intensitas di lini tengah dan kurangnya koordinasi pertahanan menjadi faktor utama kebobolan tiga gol. Jika Paes dan rekan‑rekan dapat memperbaiki komunikasi serta menumbuhkan mentalitas “tim” yang kuat, peluang mereka untuk bangkit tetap terbuka.
Secara keseluruhan, kekalahan pertama Maarten Paes bersama Ajax menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi mental dan taktik dalam kompetisi ketat Eredivisie. Dengan introspeksi yang diutarakan Paes serta dukungan pelatih, Ajax diharapkan dapat memulihkan performa dan kembali menjadi ancaman serius di papan atas liga.
