IPD – 18 Maret 2026 | Menjelang akhir Ramadan, sorotan publik terpusat pada laga penentu pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, berakhir imbang 1-1, namun intensitas di lapangan dan drama di luar lapangan menunjukkan bahwa pertempuran kedua tim belum selesai. Kedua kubu menyiapkan strategi baru menjelang pertemuan selanjutnya, terutama setelah interaksi unik yang melibatkan pemain Persib Adam Alis Setyano, Saddil Ramdani, dan manajer Borneo Dandri Dauri.
Live TikTok yang Menjadi Bumbu Persaingan
Pada 15 Maret 2026, tiga tokoh utama – Adam Alis, Saddil Ramdani, dan Dandri Dauri – menggelar siaran langsung di TikTok. Diskusi mereka mencakup taktik pelatih Persib Bojan Hodak, kebijakan presiden Borneo Nabil Husien, hingga candaan mengenai kemungkinan tukar pemain. Adam Alis, mantan pemain Borneo yang kini bernaung di Persib, mengusulkan pertukaran “guling” antara Saddil Ramdani dan winger asal Argentina, Mariano Peralta. “Tukar saja, ini ke Borneo, Peralta ke Persib,” ujar Adam sambil tertawa, menambah bumbu humor sekaligus menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar.
Statistik Kunci Pemain
Walaupun masih bersifat spekulatif, data performa kedua pemain tersebut memberikan gambaran mengapa nama mereka muncul dalam perbincangan transfer.
| Pemain | Penampilan | Gol | Assist |
|---|---|---|---|
| Mariano Peralta (Borneo FC) | 25 | 12 | 9 |
| Saddil Ramdani (Persib Bandung) | 20 | 3 | 1 |
Peralta telah menjadi salah satu pemain asing paling produktif dalam dua musim terakhir, mencatat 22 gol dan 23 assist dari 60 penampilan sejak bergabung pada 2024. Sementara Saddil, meski sering menjadi pilihan rotasi, tetap konsisten menembus 20 laga dengan kontribusi gol dan assist yang penting bagi Persib.
Analisis Taktik dan Tekad Borneo FC
Setelah menahan keunggulan Persib lewat gol penalti Mariano Peralta pada menit ke‑84, Borneo FC menunjukkan ketangguhan mental. Pelatih Borneo, yang belum disebutkan namanya dalam laporan, menegaskan bahwa tim akan memperkuat lini serang dan menambah kedalaman skuad menjelang laga penutup. “Kami tidak akan membiarkan Persib menguasai poin di akhir Ramadan,” ujar Dandri Dauri dalam wawancara singkat setelah pertandingan.
Di sisi lain, Persib Bandung tetap optimis meski harus menelan satu poin. Adam Alis, yang mencetak gol pembuka pada menit ke‑14, menegaskan bahwa timnya akan meningkatkan intensitas serangan. “Kami sudah memanfaatkan peluang awal, kini kami harus menutup pertahanan Borneo yang semakin rapat,” katanya.
Ramadan dan Dampaknya pada Kondisi Fisik
Dengan Ramadan hampir berakhir, kedua tim menghadapi tantangan kebugaran. Pemain harus menyesuaikan jadwal latihan dan nutrisi agar tetap optimal saat berpuasa. Kedua klub melaporkan bahwa mereka telah menyiapkan program pemulihan khusus, termasuk hidrasi yang terkontrol dan sesi latihan ringan pada siang hari.
Prediksi Laga Selanjutnya
- Performa Peralta yang konsisten membuatnya menjadi ancaman utama bagi pertahanan Persib.
- Adam Alis dan Saddil Ramdani akan menjadi fokus utama serangan Persib, terutama dalam mengantisipasi aksi cepat Borneo.
- Kondisi fisik akhir Ramadan dapat menjadi faktor penentu, terutama dalam fase akhir pertandingan.
Dengan spekulasi transfer yang terus menguar dan tekad kedua tim untuk mengakhiri musim dengan catatan positif, laga selanjutnya menjanjikan aksi menegangkan. Para pendukung, baik di Samarinda maupun di Bandung, menantikan pertarungan yang akan menentukan posisi klasemen menjelang penutupan kompetisi.
Jika Borneo FC berhasil menambah poin, mereka berpotensi menancapkan Persib pada zona menengah atas, sementara Persib harus menambah tiga poin untuk mengamankan posisi di zona Asia Cup. Laga ini tidak hanya menjadi ujian strategi, tetapi juga simbol semangat kompetitif yang tetap menyala meski bulan puasa hampir usai.
