IPD – 11 Maret 2026 | Bhayangkara FC kembali menegaskan ambisinya untuk masuk lima besar klasemen BRI Super League 2025/2026 setelah berhasil mengalahkan Arema FC 2-1 pada pertandingan lanjutan pekan ke‑25 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Gol kemenangan datang lewat penalti yang dieksekusi Moussa Sidibe pada menit ke‑88, menyempurnakan serangkaian kemenangan beruntun tim The Guardians of Saburai.
Sekarang Bhayangkara menempati posisi keenam dengan 41 poin, menyamai Persita Tangerang yang berada di posisi kelima. Kedua tim tersebut berada di zona persaingan langsung untuk menembus lima besar, sementara lima besar sejati dikuasai oleh tim-tim papan atas yang terus memperlebar jarak poin.
Posisi Papan Atas
Papan atas klasemen tetap dikuasai oleh Persib Bandung yang memimpin dengan 57 poin setelah kemenangan 3-0 melawan Persik Kediri pada pekan 24. Diikuti oleh Borneo FC dengan 53 poin, Persija Jakarta dengan 51 poin, dan Malut United di posisi keempat dengan 45 poin. Persita Tangerang menempati posisi kelima dengan 41 poin, berada tepat di atas Bhayangkara.
| Peringkat | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 57 |
| 2 | Borneo FC | 53 |
| 3 | Persija Jakarta | 51 |
| 4 | Malut United | 45 |
| 5 | Persita Tangerang | 41 |
| 6 | Bhayangkara FC | 41 |
Keberhasilan Bhayangkara dalam lima laga terakhir – melawan Dewa United, Semen Padang, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Arema FC – menunjukkan pola kebangkitan yang konsisten. Pelatih asal Inggris, Paul Munster, berhasil menata taktik ofensif yang memanfaatkan kecepatan sayap serta kekuatan lini tengah, sementara Moussa Sidibe menjadi mesin gol utama dengan empat gol dan tiga assist dalam periode tersebut.
Statistik Kunci Pemain
- Moussa Sidibe – 4 gol, 3 assist
- Privat Mbarga – gol penyeimbang pada menit ke‑75 melawan Arema
- Ryo Matsumura – kontribusi gol dan assist di pertandingan-pertandingan sebelumnya
Di sisi lain, Persib Bandung terus menegaskan dominasinya. Kemenangan telak 3-0 atas Persik Kediri tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga meningkatkan selisih gol menjadi +30, menjadikan mereka tim paling stabil secara statistik. Bojan Hodak, pelatih Persib, menekankan pentingnya konsistensi dan kedisiplinan dalam setiap fase pertandingan.
Sementara itu, persaingan di zona degradasi tetap ketat. Semen Padang FC berada di posisi terendah dengan 20 poin, diikuti PSBS Biak Numfor (18 poin) dan Persis Solo (17 poin). Semua tim ini masih memiliki peluang untuk keluar dari zona rawan asalkan mengoptimalkan sisa jadwal.
Melihat keseluruhan situasi, BRI Super League musim ini menampilkan persaingan yang sangat seimbang. Tim-tim papan atas bersaing ketat untuk gelar, sementara tim menengah seperti Bhayangkara FC dan Persita Tangerang berjuang keras untuk menembus lima besar. Di sisi lain, pertarungan di zona bawah menambah drama kompetisi, mengingat setiap poin sangat berharga untuk menghindari degradasi.
Ke depan, Bhayangkara FC akan menjamu pertandingan berikutnya melawan tim yang berada di zona tengah, sementara Persib Bandung akan berhadapan dengan Borneo FC dalam laga yang diprediksi akan menjadi penentu siapa yang akan menguasai puncak klasemen. Kedua pertandingan tersebut diyakini akan menjadi sorotan utama para penggemar sepak bola Indonesia.
Dengan sisa jadwal yang masih panjang, dinamika klasemen dapat berubah dengan cepat. Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa konsistensi performa, manajemen skuad yang cermat, dan strategi taktis yang tepat akan menjadi kunci utama untuk meraih posisi tertinggi pada akhir musim.
