Bernardo Tavares: Dari Kritik Pedas hingga Harapan Baru bagi Persebaya Surabaya

IPD – 10 Maret 2026 | Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang memimpin Persebaya Surabaya sejak awal tahun 2026, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian pernyataan kritis dan hasil pertandingan yang beragam. Dalam beberapa minggu terakhir, tim merah-putih ini berada di titik terendah klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan hanya mengumpulkan empat poin dari lima laga. Kegagalan tersebut memicu pertanyaan besar mengenai taktik, motivasi, dan kemampuan adaptasi sang manajer.

Performa Persebaya di BRI Super League

Sejak dimulainya musim, Persebaya mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kekalahan 1-2 melawan Bhayangkara FC (14/2/2026) menghentikan rekor tak terkalahkan 13 laga yang dibangun sebelumnya. Laga berikutnya melawan Persijap Jepara (21/2/2026) berakhir 1-3, diikuti dengan kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar (25/2/2026). Namun, hasil imbang 2-2 melawan Persib Bandung (2/3/2026) dan kekalahan telak 1-5 di kandang Borneo FC (7/3/2026) menambah beban mental pemain.

Komentar Pedas Bernardo Tavares

Setelah hasil imbang 1-1 melawan Dewa United (1/2/2026), Tavares menegaskan kekecewaannya. “Kami memiliki peluang, namun hanya mampu mencetak satu gol. Kami harus meninjau kembali apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya dalam konferensi pers. Pelatih menambahkan bahwa strategi agresif yang diinstruksikan—menangani duel, menekan tinggi, dan memaksimalkan peluang di lini serang—tidak terealisasi karena eksekusi pemain yang kurang tepat.

Dalam sesi latihan pertama di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo pada 6 Januari 2026, Tavares menekankan pentingnya analisis lawan. “Kami telah menyiapkan video, menutup ruang di sekitar kotak penalti, namun lawan tetap menemukan celah,” katanya, mengacu pada gol-gol Borneo FC yang, menurutnya, sudah diprediksi sebelumnya.

Pengaruh Tavares terhadap Pengembangan Pemain Muda

Walaupun hasil tim belum memuaskan, beberapa aspek positif tetap tampak, terutama dalam pengembangan pemain muda. Victor Dethan, winger PSM Makassar yang sebelumnya dipromosikan ke tim senior oleh Tavares, menjadi contoh nyata. Dethan, yang kini juga menjadi anggota Tim Nasional Indonesia, menyebutkan bahwa kerja keras Tavares dalam sesi latihan meningkatkan kecepatan dan kemampuan satu lawan satunya. “Kecepatan dan duel saya menjadi lebih tajam sejak dibimbing Tavares,” kata Dethan dalam wawancara terpisah.

Strategi Perbaikan dan Jadwal Mendatang

Setelah jeda Lebaran, Persebaya dijadwalkan kembali bertanding pada 4 April 2026 melawan Persita Tangerang. Selain itu, tim harus bersiap menghadapi lawan berat seperti Persija Jakarta, Malut United, dan derbi melawan Arema FC. Tavares menegaskan bahwa jeda ini akan dimanfaatkan untuk evaluasi taktik dan perbaikan mental. “Kami akan melakukan analisis video mendalam, mengatur sesi latihan yang lebih terfokus pada transisi cepat dan pertahanan zona,” ungkapnya.

  • Evaluasi taktik: Meninjau pola serangan lawan, khususnya tembakan dari luar kotak penalti.
  • Peningkatan kebugaran: Latihan intensif pada fase akhir setiap pekan.
  • Pengembangan mental: Sesi psikologis untuk mengatasi tekanan pertandingan kritis.

Harapan Penggemar dan Dampak Jangka Panjang

Kelompok suporter Bonek yang sempat melakukan boikot pada laga melawan Persipura Jayapura (2/8/2019) kini menuntut klarifikasi lebih lanjut dari manajemen klub. Mereka menuntut transparansi dalam proses pemilihan pemain dan kebijakan taktik. Di sisi lain, para analis sepakbola menilai bahwa jika Tavares dapat menyelaraskan visi taktiknya dengan eksekusi pemain, Persebaya memiliki potensi untuk kembali bersaing di puncak klasemen.

Secara keseluruhan, masa depan Bernardo Tavares di Persebaya masih terbuka lebar. Keberhasilan dalam mengoptimalkan potensi pemain seperti Victor Dethan, serta kemampuan untuk mengatasi kekalahan telak melawan Borneo FC, akan menjadi tolok ukur utama. Penggemar menunggu hasil konkret pada laga-laga mendatang, sementara Tavares bertekad mengubah kritik menjadi bahan bakar untuk bangkit kembali.

Leave a Comment