IPD – 10 Maret 2026 | Bandar Lampung, 10 Maret 2026 – Di tengah persaingan sengit enam tim yang berjuang menghindari degradasi di Super League, nama David da Silva kembali menjadi sorotan utama. Striker berusia 36 tahun ini berhasil mengukir rekor sebagai top scorer musim 2025/2026 meskipun baru-baru ini mendapat keputusan mengejutkan dari Persib Bandung: dibuang dari skuad utama.
Performa Menggila di Usia Senior
David da Silva mencetak 22 gol dalam 30 penampilan, angka yang menempatkannya selangkah di atas pesaing terdekat, yakni penyerang asal Persija yang mencetak 19 gol. Konsistensi beliau dalam mengeksekusi peluang, baik lewat tembakan jarak jauh maupun penyelesaian satu‑on‑one, menjadikannya ancaman utama bagi pertahanan lawan. Statistik tambahan menunjukkan rata‑rata 0,73 gol per pertandingan, tingkat tembakan tepat sasaran 48 % dan kontribusi assist sebanyak 5 kali.
Kontroversi Pemecatan di Persib Bandung
Keputusan manajemen Persib untuk mengeluarkan David da Silva memicu gelombang kritik dari media dan pendukung. Persib resmi menyatakan bahwa pemecatan tersebut didasarkan pada restrukturisasi taktik dan kebutuhan memberi ruang bagi pemain muda. Namun, pelatih kepala Persib mengakui bahwa keputusan tersebut “sulit” mengingat performa luar biasa sang striker, terutama pada laga melawan PSM Makassar di pekan ke‑24 yang menghasilkan hat‑trick bersejarah.
Dampak Terhadap Papan Klasemen
Meski tak lagi bergabung dengan Persib, David da Silva tetap terdaftar sebagai top scorer liga, dan kontribusinya tetap tercatat dalam statistik resmi. Hal ini memberi sinyal kuat bagi tim-tim yang berada di zona merah, seperti Semen Padang dan Persis Solo, untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim-tim tersebut telah menyesuaikan formasi mereka, menambahkan pemain sayap cepat untuk memanfaatkan umpan-umpan silang yang kini lebih terarah.
Persaingan Enam Tim di Papan Bawah
- PSM Makassar – Peringkat ke‑13 dengan 24 poin, masih berjuang mengamankan posisi aman.
- Semen Padang – Baru saja menambah poin menjadi 20 setelah kemenangan 2‑0 atas PSBS Biak, berusaha menjauhkan diri dari zona degradasi.
- Persis Solo – Saat ini berada di zona merah dengan 17 poin, dipimpin oleh pelatih baru Milomir Seslija yang belum berhasil mengangkat performa tim.
- Persijap Jepara – Memiliki 20 poin, menempati peringkat ke‑15 dan menunjukkan grafik peningkatan.
- Madura United – Terpuruk dengan 0 kemenangan dalam 10 laga terakhir, berada di posisi paling berisiko.
- PSBS Biak – Menjaga 17 poin, namun harus menghindari serangan balik dari tim‑tim yang sedang berjuang naik.
Dengan hanya sembilan pertandingan tersisa, perbedaan poin tipis dapat mengubah nasib tim secara dramatis. Keberhasilan atau kegagalan dalam memanfaatkan peluang gol, terutama melalui pemain berpengalaman seperti David da Silva yang kini tersedia bagi klub lain, dapat menjadi faktor penentu.
Prospek Transfer dan Masa Depan David da Silva
Setelah pemecatan, sejumlah klub mengekspresikan minat kuat untuk merekrut David da Silva. Klub yang berjuang menghindari relegasi, seperti Semen Padang, menganggap kehadirannya sebagai “penyuntik energi” yang dapat mengubah dinamika serangan mereka. Di sisi lain, klub-klub papan atas yang masih mengincar gelar, termasuk Bali United dan Persib yang baru saja menyesuaikan skuad, mengamati perkembangan pemain berusia 36 tahun ini dengan cermat.
Analisis para ahli sepakbola menyimpulkan bahwa meskipun usia menambah beban fisik, pengalaman tak ternilai dan kemampuan membaca permainan membuat David da Silva tetap relevan. “Dia adalah contoh sempurna bahwa kualitas dapat melampaui kuantitas tahun,” ujar komentator senior DetikSport.
Dengan musim yang masih tersisa, sorotan publik kini beralih pada bagaimana David da Silva akan menanggapi tantangan baru, sekaligus menilai apakah keputusan Persib akan menjadi pelajaran bagi klub lain dalam mengelola pemain senior yang masih produktif.
Apapun hasilnya, satu hal pasti: nama David da Silva akan terus dikenang sebagai top scorer Super League 2025/2026 yang menolak menyerah, meski harus menapaki jalan baru di usia 36 tahun.
