IPD – 28 Maret 2026 | Adhisty Zara, aktris muda kelahiran 2003 yang sebelumnya dikenal sebagai mantan anggota grup idola JKT48, semakin menancapkan namanya di industri hiburan tanah air setelah memerankan karakter Adila Syafitri dalam sinetron “Beri Cinta Waktu“. Peran Adila, seorang dokter muda yang memiliki latar belakang emosional kuat, menuntut totalitas akting tinggi dari Zara. Pada episode terakhir, adegan kematian Adila berhasil memukau penonton, memicu gelombang emosi yang meluas di media sosial.
Di balik layar, proses pengambilan gambar berlangsung lebih ringan dari suasana dramatis yang ditampilkan di layar. Zara bersama rekan-rekannya, termasuk Yesaya Abraham, terlihat akrab dan sering bercanda selama istirahat. Pengambilan adegan kematian Adila dilakukan berulang kali, namun suasana tetap hangat, bahkan para pemain sering mengisi jeda dengan humor. Hal ini menciptakan kontras menarik antara kesedihan yang ditayangkan dan keceriaan yang dirasakan di set.
Pada tanggal 26 Maret 2026, Zara mengumumkan lewat Instagram Story bahwa ia harus mengundurkan diri dari sinetron tersebut karena kondisi kesehatan yang menurun. Ia menjelaskan bahwa rasa lelah dan keluhan fisik menghalangi kemampuannya untuk melanjutkan proses syuting secara konsisten. Keputusan ini diambil demi memprioritaskan pemulihan diri, sekaligus memberikan ruang bagi produksi agar cerita dapat berlanjut tanpa gangguan.
Pengumuman tersebut langsung memicu beragam reaksi dari para pemain dan kru. Yesaya Abraham, Frislly Herlind, Mona Ratuliu, Dinda Annisa, Irene Librawati, serta Munggaran menuliskan pesan dukungan dan doa untuk kesembuhan Zara. Mereka menegaskan bahwa peran Adila akan tetap dikenang sebagai “nyawa” utama sinetron tersebut. Beberapa cast bahkan menambahkan harapan agar Zara dapat kembali tampil dengan versi terbaiknya di masa depan.
Reaksi penonton pun tidak kalah kuat. Banyak penggemar yang menyatakan kekecewaan sekaligus memberikan dukungan moral melalui komentar di platform media sosial. Mereka mengapresiasi dedikasi Zara dalam menghidupkan karakter Adila, sekaligus mengingatkan pentingnya kesehatan mental dan fisik bagi para artis yang harus terus berada di bawah sorotan publik.
Meskipun kepergian Zara meninggalkan kekosongan, tim produksi berkomitmen untuk menjaga kontinuitas cerita. Pengganti peran Adila dijanjikan akan diisi oleh aktris lain yang mampu melanjutkan alur emosional tanpa mengurangi kualitas narasi. Sementara itu, Zara mengakhiri pernyataannya dengan permohonan maaf kepada para penonton dan harapan agar doa-doa yang diberikan membantu proses pemulihan.
Secara keseluruhan, perjalanan Zara di “Beri Cinta Waktu” mencerminkan tantangan yang dihadapi aktor muda: menyeimbangkan tuntutan profesional dengan kebutuhan pribadi. Keputusan untuk mundur demi kesehatan menjadi contoh penting bagi industri hiburan dalam menempatkan kesejahteraan artis sebagai prioritas utama.
