Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Siapkan Teror Baru, Target 1,4 Juta Penonton Lagi!

IPD – 28 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Setelah film horor religi pertama berhasil memukau lebih dari 1,4 juta penonton pada tahun 2024, sekuel yang dinanti-nanti, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, resmi diumumkan akan mulai syuting pada April 2026 dan dijadwalkan tayang pada akhir tahun yang sama. Produksi ini digarap oleh sutradara Rizal Mantovani, menggantikan Bobby Prasetyo, dan didukung oleh rumah produksi Paragon Pictures serta Ideosource Entertainment. Distribusi internasional ditangani oleh Monster Films, menandakan ambisi film ini untuk menembus pasar global.

Berbeda dengan film pertamanya yang menyoroti perjuangan Romo Thomas (diperankan Jerome Kurnia) melawan entitas iblis, sekuel kali ini memusatkan konflik pada Romo Rendra (Lukman Sardi). Menurut pernyataan Rizal Mantovani pada konferensi pers di Kemang, Jakarta, tokoh Rendra akan menghadapi kerasukan Leviathan—sebuah entitas kuno yang identik dengan kekacauan dan kehancuran. “Ke mana pun Leviathan melangkah, chaos menyertainya. Hal ini tidak hanya menguji iman Romo Rendra, tetapi juga mengguncang Romo Thomas, pastor setempat, serta keluarga Halim yang terperangkap dalam perjanjian darah,” ujar Mantovani.

Sinopsis resmi mengungkapkan bahwa film ini mengangkat tema praktik pesugihan yang bersinggungan dengan ritual eksorsisme Katolik. Cerita berawal ketika Daniel, anak dari keluarga terpandang di Jawa Timur, menjadi medium bagi Leviathan. Kekuatan gelap yang menguasainya tidak hanya mengancam jiwa Daniel, melainkan menebar pengaruh buruk ke seluruh komunitas. Romo Rendra dan Romo Thomas harus berkolaborasi, menggali trauma masa lalu mereka, dan menegakkan keimanan dalam pertarungan yang lebih brutal dibandingkan sebelumnya.

Pemeran utama kembali diisi oleh Jerome Kurnia dan Lukman Sardi, sementara jajaran aktor baru turut memperkaya warna cerita. Daftar pemeran lengkap meliputi:

  • Jerome Kurnia – Romo Thomas (juga menjabat sebagai eksekutif produser)
  • Lukman Sardi – Romo Rendra
  • Venly Arauna – peran pendukung
  • Keysha Angelica – peran pendukung
  • Sisca Saras – peran pendukung
  • Lydia Kandou – peran pendukung
  • Kiki Narendra – peran pendukung
  • Ferry Salim – peran pendukung
  • Faiz Vishal – peran pendukung
  • Feby Febiola – Linda, sosok perempuan beriman yang menjadi tulang punggung keluarga

Feby Febiola, aktris senior yang vakum lama, mengungkapkan rasa terharunya dapat bergabung dalam proyek ini. “Saya menonton film pertama, terharu, dan berdoa agar film ini menjadi sarana pertobatan bagi penonton. Peran Linda memberi saya tantangan emosional yang kuat,” kata Feby.

Sisi produksi menekankan peningkatan skala visual dan teknis. Tim efek khusus menggarap adegan-adegan supranatural dengan teknologi CGI terkini, sementara penataan sound design dirancang untuk menimbulkan atmosfer mencekam di setiap adegan eksorsisme. Jadwal syuting direncanakan berlangsung selama tiga bulan, dengan lokasi utama di Jawa Timur, menyesuaikan dengan latar cerita keluarga Halim.

Jerome Kurnia, yang kali ini tidak hanya berperan sebagai aktor utama, menegaskan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah bukan sekadar sekuel langsung. Ia menekankan bahwa film ini dapat dinikmati tanpa harus menonton film pertama, meskipun menonton kedua film akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap. “Kami ingin cerita ini berdiri sendiri, namun tetap memberi ruang bagi penonton yang sudah familiar dengan dunia Kuasa Gelap,” ujar Jerome.

Dengan target penonton yang sama atau lebih tinggi dari film pertama, para produser berharap film ini dapat menembus angka 1,4 juta penonton kembali, sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar Asia Tenggara. Kesuksesan awal film pertama menunjukkan adanya minat kuat terhadap genre horor religi yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan narasi spiritual universal.

Secara keseluruhan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjanjikan cerita yang lebih dalam, konflik yang lebih kompleks, dan visual yang menegangkan. Penonton dapat menantikan pertarungan iman melawan kekuatan gelap yang tidak hanya menguji keberanian para romo, tetapi juga menantang persepsi masyarakat tentang praktik mistik dan kepercayaan. Film ini diproyeksikan menjadi salah satu rilis terbesar tahun 2026, mengukuhkan posisi horor religi sebagai fenomena budaya yang terus berkembang di Indonesia.

Leave a Comment