IPD – 10 Maret 2026 | Persib Bandung kembali menjadi sorotan utama setelah menutup laga pekan ke-25 BRI Super League melawan Persik Kediri dengan skor 3-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 9 Maret 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya menegaskan dominasi tuan rumah di kandang, tetapi juga memunculkan dua isu penting: janji pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, yang terbukti menambah beban mental Persib, dan kontroversi gol ketiga Persib yang dianggap ilegal oleh sang pelatih.
Janji Marcos Reina dan Tekanan pada Persib
Sejak pertemuan pertama di Januari 2026 berakhir imbang 1-1, pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, terus menegaskan keyakinannya bahwa timnya mampu menembus pertahanan kokoh Persib. Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Reina menyatakan, “Kami berangkat ke Bandung dengan misi tampil maksimal dan berusaha dapat tiga poin,” mengingat rekam jejak Persib yang hanya kebobolan satu gol dalam 12 laga kandang.
Reina menambahkan bahwa Persik Kediri memiliki skema menyerang yang konsisten, mencetak gol dalam enam laga terakhir baik di kandang maupun tandang. Kepercayaan diri ini ternyata menjadi beban tambahan bagi Persib, yang harus menyiapkan strategi khusus untuk menahan serangan balik Persik yang semakin agresif.
Kontroversi Gol Ketiga: Tuduhan Gol Ilegal
Masalah utama yang memicu kemarahan Marcos Reina bukanlah selisih skor, melainkan keputusan wasit Rio Permana Putra pada menit ke-53. Pada saat striker Andrew Jung mencetak gol ketiga Persib, wasit hanya menunjukkan kartu kuning tanpa meniup peluit untuk menandai restart permainan. Reina menuduh pelanggaran aturan, “Ketika wasit menunjukkan kartu kuning, wajib baginya untuk meniup peluit tanda dimulainya kembali pertandingan. Persib langsung memulai kembali bermain tanpa peluit, ini tidak benar,” ujarnya dalam wawancara pasca laga.
Menurut peraturan Liga Super Indonesia, setelah kartu kuning diberikan, wasit harus menghentikan permainan dan mengeluarkan peluit sebelum melanjutkan. Kelalaian ini, menurut Reina, memberikan keuntungan tidak sah bagi Persib dan menodai integritas pertandingan.
Reina mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadi dan menandai JPNN.com dalam pernyataannya, menuntut evaluasi kinerja wasit oleh Komite Penyelenggara Liga.
Lini Belakang Persik: Titik Lemah yang Terbukti
Selain kontroversi gol, hasil akhir 0-3 menegaskan kelemahan utama Persik Kediri, yakni lini belakang yang kurang solid. Bek Kiko Carneiro dalam wawancara pra-pertandingan mengakui bahwa pertahanan timnya masih dalam proses perbaikan. “Kami sangat bagus dalam menyerang. Lini belakang memang kurang solid. Tapi jika kami kerja keras dan bermain dengan ciri khas sendiri, Persik Kediri akan meraih poin di Bandung,” katanya.
Statistik menunjukkan bahwa Persik hanya kebobolan satu gol di 12 pertandingan kandang musim ini, namun kebobolan tiga gol tanpa balasan di GBLA mengindikasikan ketidaksiapan defensif menghadapi tim dengan intensitas serangan tinggi seperti Persib.
Reaksi Persib dan Penilaian Wasit
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menanggapi kritik Reina dengan menekankan pentingnya konsistensi performa tim. “Kami menghormati keputusan wasit, namun kami tidak akan membiarkan isu di luar lapangan mengganggu fokus pemain,” ujarnya. Persib juga menegaskan bahwa gol ketiga memang sah karena bola sudah melewati garis gawang sebelum peluit dikeluarkan.
Komisi Wasit Liga Super Indonesia (KOLSI) belum merilis pernyataan resmi, namun diperkirakan akan melakukan evaluasi atas prosedur pertandingan di GBLA untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Secara keseluruhan, kemenangan Persib tetap menjadi bukti keunggulan mereka di kandang, sementara Persik Kediri harus segera memperbaiki lini belakang dan meninjau strategi menyerang agar tidak tergantung pada harapan gol semata. Janji Marcos Reina memang menambah tekanan mental bagi Persib, namun kontoversi gol ilegal menjadi sorotan utama yang mungkin mempengaruhi kebijakan wasit di sisa musim.
Dengan sisa lima pekan musim, Persib berupaya mempertahankan rekor tak terkalahkan di GBLA, sementara Persik Kediri harus melakukan perombakan taktis agar tidak terpuruk lebih jauh di klasemen.
