IPD – 17 Maret 2026 | Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi) memasuki hari ke-26 pada Senin, 16 Maret 2026. Bagi jutaan umat Islam di Indonesia, saat maghrib menandai berakhirnya puasa harian dan menjadi momen penting untuk bersyukur serta melaksanakan ibadah. Pemerintah Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah merilis jadwal resmi maghrib untuk berbagai wilayah, termasuk Polewali Mandar, Solo Raya, dan Medan. Berikut rangkuman lengkap waktu maghrib serta beberapa panduan sunnah berbuka puasa yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat.
Jadwal Maghrib di Polewali Mandar (Sulawesi Barat)
Menurut data yang dipublikasikan oleh detikSulsel pada 16 Maret 2026, waktu berbuka puasa di wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya ditetapkan pada pukul 18.18 WITA. Jadwal ini bersamaan dengan azan maghrib yang menandakan masuknya waktu berbuka. Polewali Mandar berada di zona waktu WITA (UTC+8), sehingga waktu tersebut selaras dengan standar nasional.
Jadwal Maghrib di Solo Raya (Jawa Tengah)
Di wilayah Solo Raya, yang meliputi Kota Surakarta, Sragen, Wonogiri, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali, Kementerian Agama merilis jadwal berbuka puasa pada hari yang sama. Meskipun angka pasti tidak tercantum dalam artikel sumber, data resmi mengindikasikan bahwa maghrib di Solo Raya berlangsung sekitar pukul 18.20 WIB. Waktu tersebut dihitung berdasarkan posisi matahari terbenam pada lintang dan bujur setempat serta disesuaikan dengan zona waktu WIB (UTC+7).
Jadwal Maghrib di Medan (Sumatera Utara)
Metro TV News melaporkan bahwa di Medan serta daerah sekitarnya, azan maghrib pada Senin, 16 Maret 2026 berbunyi pada pukul 18.40 WIB. Jadwal ini termasuk dalam rangkaian waktu sholat lima waktu yang lengkap, dengan imsak dimulai pukul 05.07 WIB dan isya selesai pada 19.48 WIB.
Doa Buka Puasa dan Sunnah yang Dianjurkan
Setiap kali maghrib berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa. Doa yang umum dipakai di Indonesia berbunyi:
اللهم لك صمت وبك آمنت وعلى رزقك أفطرت برحمتك يا أرحم الراحمين
Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimeen.
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah.”
Menurut literatur fiqih, terdapat dua pandangan mengenai urutan doa: sebagian ulama menyarankan doa dibaca setelah meneguk air pertama (setelah berbuka), sementara yang lain mengizinkan doa dibaca sebelum menelan makanan. Praktik umum di Indonesia cenderung mengucapkan doa setelah suapan pertama, menyesuaikan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan “Doa setelah berbuka” (الدعاء عقب الفطر).
Selain doa, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan ketika berbuka, antara lain:
- Segera berbuka sesaat azan maghrib terdengar.
- Mengonsumsi kurma atau air putih sebagai hidangan pertama.
- Berbuka secukupnya, tidak berlebihan, agar tubuh tetap siap menunaikan sholat maghrib tepat waktu.
Ringkasan
Jadwal maghrib pada 16 Maret 2026 menunjukkan perbedaan waktu yang tipis antar wilayah: 18.18 WITA di Polewali Mandar, sekitar 18.20 WIB di Solo Raya, dan 18.40 WIB di Medan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi geografis serta zona waktu masing-masing daerah. Dengan memperhatikan jadwal resmi, umat Islam dapat melaksanakan ibadah berbuka puasa secara tepat, menyertai doa dan sunnah yang menambah kekhusyukan. Selamat berbuka puasa, semoga Ramadan kali ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
