IPD – 12 Maret 2026 | Umat Islam Indonesia tengah berada di pertengahan Ramadan 1447 H pada Sabtu, 11 Maret 2026. Namun, banyak yang masih bingung menanyakan “puasa hari ini ke berapa?” Kebingungan itu muncul karena dua penetapan awal Ramadan yang berbeda: satu yang diadopsi oleh Muhammadiyah dan satu lagi yang dipakai oleh Kementerian Agama (Kemenag) serta Nahdlatul Ulama (NU).
Penetapan Awal Ramadan
Menurut Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I0.E/2025, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Pemerintah melalui Sidang Isbat dan Kemenag RI, serta PBNU, menetapkan 1 Ramadan pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Kedua penetapan memiliki dasar hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) yang sah menurut masing‑masing organisasi.
Hitungan Puasa Pada 11 Maret 2026
Dengan perbedaan tanggal mulai, perhitungan hari puasa pada 11 Maret 2026 menjadi:
| Otoritas | Tanggal Mulai Ramadan | Hari Ke‑ |
|---|---|---|
| Muhammadiyah (KHGT) | 18 Februari 2026 | 22 |
| Kemenag & NU | 19 Februari 2026 | 21 |
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirilis oleh Muhammadiyah mencatat 11 Maret 2026 bersamaan dengan 22 Ramadan 1447 H. Sementara kalender resmi Kemenag serta almanak NU menyatakan tanggal tersebut adalah 21 Ramadan 1447 H.
Mengapa Ada Dua Versi?
Perbedaan muncul karena metode hisab yang dipakai. Muhammadiyah mengandalkan perhitungan astronomi global dengan memperhatikan posisi bulan dan matahari secara tepat. Kemenag dan NU lebih menekankan rukyat tradisional, yakni pengamatan langsung hilal di Indonesia, yang dapat menghasilkan selisih satu hari tergantung kondisi cuaca dan lokasi geografis.
Meski demikian, kedua versi memiliki landasan hukum Islam yang kuat, sehingga tidak menimbulkan perdebatan teologis. Selama Ramadan, umat dianjurkan untuk menghormati keputusan otoritas keagamaan yang dipilih masing‑masing, sekaligus menjaga toleransi antar‑umat.
Tiga Fase Ramadan yang Sering Disebut
Ramadan biasanya dibagi menjadi tiga fase: 1‑10 hari pertama (fase persiapan), 11‑20 hari (fase intensifikasi ibadah), dan 21‑30 hari (fase penguatan dan persiapan Lailatul Qadar). Pada 11 Maret 2026, umat berada di fase ketiga, yaitu mendekati sepuluh malam terakhir yang paling utama bagi umat Muslim.
Para ulama menekankan pentingnya meningkatkan amal pada fase ini, terutama mencari Lailatul Qadar yang diyakini terjadi pada malam ganjil antara 21‑29 Ramadan. Karena hari ini berada pada 21 atau 22 Ramadan, peluang untuk melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar sangat tinggi.
Praktik Buka Puasa dan Sunnah
Baik umat yang mengikuti penetapan Muhammadiyah maupun Kemenag, praktik berbuka tetap sama: mengonsumsi kurma atau air putih terlebih dahulu, kemudian shalat Maghrib. Sunnah lain meliputi mempercepat berbuka, berdoa dengan bacaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, serta melaksanakan shalat Tarawih setelah Maghrib.
Kandungan nutrisi kurma—karbohidrat, serat, kalium, zat besi, vitamin B6, B5, dan C—menjadi sumber energi cepat setelah seharian menahan lapar, sehingga tetap disarankan sebagai menu utama berbuka.
Kesimpulan
Pada Sabtu, 11 Maret 2026, umat Islam Indonesia berada pada hari ke‑21 puasa bagi yang mengikuti penetapan Kemenag & NU, atau hari ke‑22 bagi yang mengikuti penetapan Muhammadiyah. Perbedaan satu hari ini wajar karena metodologi hisab dan rukyat yang berbeda, namun tidak memengaruhi keabsahan puasa. Dengan memasuki fase ketiga Ramadan, umat dianjurkan meningkatkan intensitas ibadah, khususnya mencari malam Lailatul Qadar, serta tetap menjunjung tinggi toleransi antar‑umat.
