IPD – 09 Maret 2026 | Pertandingan Serie A ke-28 pada Minggu (8 Maret 2026) antara Fiorentina dan Parma berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Franchi, Florence. Duel yang dijanjikan penuh aksi berakhir sepi gol, namun menimbulkan gelombang protes dari suporter viola yang kecewa atas penampilan timnya yang dianggap ‘flop’. Meskipun tanpa poin, hasil imbang ini cukup penting bagi Fiorentina yang berhasil menghindari zona degradasi.
Laporan Pertandingan
Sejak peluit pertama, kedua belah pihak berusaha mendominasi lini tengah. Fiorentina menurunkan susunan dengan Gustav Gudmundsson di lini serang dan Romain Harrison sebagai gelandang kreatif. Parma menanggapi dengan menempatkan Keita sebagai penyerang utama dan Strefezza mengisi peran penyerang tengah.
- 24′: Piccoli (FIO) terjatuh di area penalti setelah kontak dengan Troilo (PAR), namun wasit tidak memberikan keputusan penalti.
- 61′: Mandragora (FIO) menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras pada Strefezza (PAR).
- 77′: Gudmundsson terjatuh lagi di area, kali ini setelah benturan dengan Troilo; kembali tidak ada keputusan penalti.
- 90′+2: Dodo (PAR) mendapat kartu kuning karena melakukan penarikan pada Oristanio (FIO).
Serangkaian peluang yang hampir terwujud tidak menghasilkan gol. Keita sempat menembakkan tembakan keras ke sudut kiri gawang, namun diselamatkan oleh kiper Fiorentina yang berhasil menepis bola. Di sisi lain, Fiorentina mengandalkan serangan balik cepat melalui Gudmundsson, tetapi pertahanan Parma yang disiplin menahan setiap serangan.
Sorotan Pemain
Performansi Gustav Gudmundsson menjadi sorotan utama. Meskipun tampak lesu di babak pertama, ia berhasil kembali mengancam pertahanan Parma di menit-menit akhir. Romain Harrison gagal menyalurkan kreativitasnya, terlihat ‘sfasato’ (terganggu) oleh tekanan tinggi dari lini tengah Parma.
Di pihak Parma, Keita menunjukkan kekuatan fisik sebagai ‘colosso’ (raksasa), namun tidak berhasil memanfaatkan kelebihannya secara maksimal. Strefezza tampil cukup berbahaya, namun kurang dukungan layanan akhir.
Kontroversi Wasit
Arbitrase Andrea Zufferli, yang memimpin pertandingan, menjadi sorotan setelah beberapa keputusan dipertanyakan. Dua kali keputusan tidak memberi penalti pada Fiorentina (24′ dan 77′) memicu protes keras dari suporter di tribun. Meskipun demikian, Zufferli tetap konsisten menegakkan aturan, memberikan kartu kuning pada Mandragora (61′) dan Dodo (90′+2) serta menolak permintaan red‑card pada situasi DOGSO (penyerangan langsung pada gawang).
Profil Zufferli menunjukkan karir yang berkembang sejak debutnya di Serie A pada Februari 2023. Dikenal dengan kepatuhan pada regulasi, ia juga pernah menjadi bagian dari “Panchina verde” pada 2008 dan berpengalaman dalam mengatur pertandingan besar.
Dampak pada Klasemen
Dengan hasil imbang, Fiorentina menambah satu poin dan tetap berada di luar zona degradasi, menempati posisi ke‑14 dengan 29 poin. Sementara Parma, yang berada di zona aman, tetap pada posisi ke‑12 dengan 31 poin. Kedua tim masih memiliki tantangan besar untuk mengamankan tempat di Serie A pada sisa musim.
Suporter Fiorentina yang menyuarakan kekecewaan dengan teriakan “Te ne vai o no, te ne vai sì o no” menuntut perubahan taktik dan kebijakan seleksi pemain dari pelatih. Di sisi lain, Parma dapat menganggap hasil imbang sebagai langkah stabil menuju akhir musim.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa pertarungan di papan tengah Serie A semakin ketat. Kedua tim harus meningkatkan produktivitas serangan dan mengoptimalkan keputusan taktis untuk menghindari penurunan poin lebih lanjut.
