Derby Persahabatan Tanpa Gol: Mexico vs Portugal Guncang Kembalinya Estadio Azteca

IPD – 29 Maret 2026 | Estadio Azteca di Mexico City kembali dibuka setelah dua tahun renovasi, menyambut laga persahabatan internasional antara tim tuan rumah El Tri dan tim tamu Portugal pada Minggu, 29 Maret 2026. Pertandingan yang menjadi sorotan menjelang FIFA World Cup 2026 berakhir dengan skor 0-0, meski Portugal menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih banyak dibandingkan tuan rumah.

Tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo, skuad Portugal yang dipimpin oleh pelatih Roberto Martinez tetap menampilkan permainan menyerang yang terstruktur. Tim mengandalkan pemain muda seperti Gonçalo Ramos, yang hampir memecahkan kebuntuan di menit-menit akhir babak pertama namun gagal mengeksekusi tembakan mudah. Sementara itu, Bruno Fernandes menjadi salah satu tokoh yang terus berusaha mengatur tempo permainan, mengirimkan umpan-umpan akurat kepada rekan-rekannya.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Portugal dalam mengendalikan alur permainan. Penguasaan bola tercatat 61 persen, dengan total 262 operan yang berhasil diselesaikan dengan tingkat akurasi 92 persen. Meskipun memiliki xG (expected goals) sebesar 0,60, Portugal hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran, sama seperti Mexico. Mexico, di sisi lain, menampilkan pertahanan yang disiplin, berhasil menahan serangan Portugal dan menjaga gawang tetap bersih hingga peluit akhir.

Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:

  • Penguasaan bola: Portugal 61% – Mexico 39%
  • Operan selesai: Portugal 262 – Mexico 198
  • Akurasi operan: Portugal 92% – Mexico 88%
  • Tembakan ke arah gawang: Portugal 1 – Mexico 1
  • Expected Goals (xG): Portugal 0,60 – Mexico 0,35

Di babak pertama, kedua tim tampak berhati-hati, dengan sedikit peluang terbuka. Portugal mencoba memanfaatkan kecepatan sayapnya, namun pertahanan Mexico yang terorganisir berhasil memotong alur serangan. Pada menit ke-45, Gonçalo Ramos menerima umpan silang dan menembak ke sudut kiri, namun bola meleset tipis di atas mistar gawang.

Babak kedua menyaksikan Portugal meningkatkan intensitas serangannya, terutama melalui pergerakan Bruno Fernandes yang berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan depan. Meski demikian, kiper Mexico, Guillermo Ochoa, tampil cemerlang dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk reflex save pada tembakan jarak dekat Bruno Fernandes pada menit ke-70.

Latihan persahabatan ini juga menjadi batu ujian bagi kedua tim menjelang turnamen utama. Portugal datang dari kemenangan telak 9-1 melawan Armenia, yang menegaskan kemampuan ofensif mereka meski tanpa sang bintang. Sementara Mexico, sebagai salah satu tuan rumah World Cup 2026, mengandalkan tiga kemenangan beruntun dalam laga persahabatan terakhir serta kemenangan bersejarah melawan Amerika Serikat di final CONCACAF Gold Cup 2025.

Selain aspek taktis, pertandingan ini memiliki nilai simbolis. Pembukaan kembali Estadio Azteca menandai kembali era keemasan stadion ikonik yang pernah menjadi saksi final Piala Dunia 1970. Selain menjadi tempat debut pertandingan persahabatan ini, Azteca juga dijadwalkan menjadi tuan rumah pembukaan resmi Piala Dunia 2026 antara Mexico dan Afrika Selatan pada 11 Juni.

Penonton di stadion dan pemirsa di seluruh dunia dapat menyaksikan laga ini melalui beragam jaringan siaran. Di Mexico, pertandingan disiarkan secara langsung oleh Canal 5 Televisa, TUDN, dan Azteca 7. Penonton di Portugal dapat menontonnya di Sport TV 1, RTP 1, serta Sport TV 2. Sementara di Amerika Serikat, siaran tersedia melalui Fox Deportes (Fubo), ViX (Prime Video), Univision, dan TUDN. Sayangnya, pemirsa di India tidak memiliki akses televisi atau streaming resmi, namun mereka dapat mengikuti perkembangan melalui situs Sportstar.

Meski tidak ada gol tercipta, hasil imbang 0-0 memberikan pelajaran penting bagi kedua tim. Portugal harus mencari cara memanfaatkan keunggulan penguasaan bola menjadi peluang nyata, sedangkan Mexico menunjukkan bahwa pertahanan kokoh dapat menjadi fondasi kuat menjelang turnamen besar. Kedua tim kini dapat mengevaluasi aspek-aspek teknis dan taktis dari pertandingan ini sebagai persiapan akhir menuju Piala Dunia 2026.

Leave a Comment