IPD – 10 Maret 2026 | Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, kembali menarik perhatian pasar otomotif Indonesia dengan dua produk strategisnya. Denza Z9GT, model flagship premium, dipastikan akan diluncurkan pada semester kedua tahun 2026, sementara varian plug‑in hybrid (PHEV) dari BYD M6 masih berada dalam tahap pengujian dan belum ada kepastian resmi.
Denza Z9GT: Fitur Utama dan Jadwal Peluncuran
President Director BYD Indonesia, Eagle Zhao, mengonfirmasi bahwa Denza Z9GT akan masuk ke pasar domestik pada paruh kedua 2026. Model generasi kedua ini menonjolkan struktur bodi ringan yang dikembangkan secara internal, dipadukan dengan baterai Blade generasi kedua. BYD mengklaim jarak tempuh hingga 1.036 km per pengisian daya, sebuah pencapaian yang mengungguli kebanyakan EV premium saat ini.
Teknologi baterai terbaru dilengkapi dengan sistem “Lithium‑Ion High‑Speed Channel” serta “Full‑Spectrum Intelligent Thermal Management System”. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan suhu internal baterai secara cepat sambil meningkatkan efisiensi termal, menjadikan keselamatan sebagai nilai jual utama.
Performa motor tiga buah listrik menghasilkan total tenaga sekitar 965 tenaga kuda (hp) dan torsi mencapai 1.150 Nm. Fitur manuver khusus, termasuk kemampuan berputar 360 derajat pada posisi diam dan mode “crab walk” yang memungkinkan pergerakan menyamping, menambah nilai praktis bagi konsumen yang sering menghadapi ruang parkir sempit.
Harga resmi belum diumumkan, namun perkiraan awal menempatkannya di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 1,3 miliar. Pemesanan awal telah dibuka di jaringan dealer resmi Denza di Jakarta Utara, dengan pembayaran tanda jadi sebesar Rp 50 juta.
BYD M6 PHEV: Rumor, Pengujian, dan Prospek Pasar
Berita mengenai varian hybrid dari BYD M6 muncul setelah foto-foto mobil berbalut stiker kamuflase beredar di media sosial. Kamera menangkap mobil yang diduga merupakan M6 PHEV sedang diuji jalan di Indonesia. Namun, Eagle Zhao menegaskan bahwa saat ini M6 masih dipasarkan sebagai EV murni, dan belum ada konfirmasi resmi terkait varian plug‑in hybrid.
Di pasar China, model yang dikenal sebagai BYD Song Max menawarkan beberapa varian, termasuk hybrid dengan sistem 5.0 DM‑i. Sistem tersebut menggabungkan mesin bensin 1,5 L berdaya 99 hp dengan motor listrik 160 kW. Jika varian serupa dibawa ke Indonesia, BYD berpotensi menambah pilihan bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas antara tenaga listrik dan bensin.
Data penjualan menunjukkan bahwa M6 EV telah menempati posisi kedua terlaris di segmen mobil listrik Indonesia pada tahun 2025, dengan total penjualan mencapai 10.862 unit. Keberhasilan ini menjadi dasar kuat bagi BYD untuk mempertimbangkan peluncuran varian hybrid di pasar domestik.
Denzа B5: Sinyal Peluncuran Tambahan
Selain Z9GT, BYD juga menyiapkan SUV premium Denza B5. Model ini pertama kali diperkenalkan pada ajang ICE BSD pada Februari 2026 dan mendapat respons positif. Zhao menyatakan bahwa perusahaan sedang mempelajari waktu peluncuran yang tepat, namun menegaskan keseriusan BYD memasukkan B5 ke dalam portofolio Indonesia.
Denza B5 mengusung teknologi Cell‑to‑Chassis (CTC) yang mengintegrasikan baterai ke dalam rangka kendaraan, meningkatkan kekakuan bodi dan distribusi berat. Suspensi pintar DiSus‑P juga dihadirkan untuk menyesuaikan karakteristik suspensi secara adaptif pada berbagai kondisi jalan.
Implikasi bagi Industri Otomotif Indonesia
Peluncuran Denza Z9GT pada semester kedua 2026 menandai langkah BYD untuk mengokohkan posisi premium di pasar EV Indonesia. Jarak tempuh yang dijanjikan lebih dari 1.000 km dan fitur manuver unik menjadi daya tarik utama bagi konsumen kelas atas.
Jika BYD M6 PHEV akhirnya diluncurkan, hal tersebut akan memperluas spektrum penawaran BYD dari murni EV ke plug‑in hybrid, memberikan alternatif bagi konsumen yang masih mengandalkan infrastruktur pengisian daya terbatas.
Kedua langkah strategis ini juga memberi sinyal kuat bagi kompetitor lokal dan internasional untuk mempercepat pengembangan teknologi baterai, manajemen termal, serta sistem drivetrain hybrid.
Dengan rangkaian produk premium dan potensial hybrid yang semakin lengkap, BYD tampaknya bertekad menjadikan Indonesia sebagai pasar utama ekspansi NEV (New Energy Vehicle) di kawasan Asia Tenggara.
