IPD – 18 Maret 2026 | Real Madrid kembali menampilkan tekad kuat untuk melaju ke perempat final Liga Champions setelah mencatat keunggulan agregat 3-0 atas Manchester City di leg pertama 16 besar. Pada laga leg kedua yang digelar di Stadion Etihad, pelatih Alvaro Arbeloa mengumumkan susunan pemain yang menyoroti peran penting bek tengah muda asal Belanda, Dean Huijsen.
Latar Belakang Laga
Setelah menguasai papan skor 3-0 pada pertemuan pertama, Madrid berada di posisi nyaman namun tidak boleh lengah. Manchester City, yang dipimpin oleh Pep Guardiola, berusaha mengurangi defisit dengan menurunkan skuad penuh, meski kehilangan beberapa pemain kunci karena kartu merah. Tekanan intens dari City menuntut Madrid menyiapkan pertahanan yang solid sekaligus memanfaatkan peluang serangan balasan.
Susunan Pemain dan Peran Dean Huijsen
Daftar starting XI Real Madrid kali ini mengalami dua perubahan signifikan dibandingkan pertandingan La Liga melawan Elche. Arda Güler kembali memulai dari lini tengah, menggantikan Eduardo Camavinga, sementara Trent Alexander‑Arnold masuk sebagai bek kanan menggantikan Dani Carvajal. Namun yang paling menarik perhatian adalah duet bek tengah yang dibentuk oleh Antonio Rudiger dan Dean Huijsen.
Dean Huijsen, yang berusia 20 tahun, telah menorehkan penampilan impresif sejak bergabung dengan skuad senior pada musim panas 2025. Di laga sebelumnya, ia menunjukkan kemampuan membaca permainan, kecepatan dalam menutup ruang, serta keberanian dalam duel udara. Pada leg kedua ini, Arbeloa menaruh kepercayaan penuh pada Huijsen untuk mengawal lini pertahanan bersama Rudiger yang berpengalaman.
Peran Huijsen meliputi:
- Menjaga keseimbangan antara pertahanan dan transisi cepat ke serangan.
- Mengatur garis offside serta memberikan arahan kepada lini belakang.
- Mengoptimalkan duel satu lawan satu, terutama melawan penyerang cepat City seperti Riyad Mahrez.
Analisis Taktik
Strategi Arbeloa menekankan pertahanan tinggi dan pressing intensif pada sisi sayap City. Dengan Dean Huijsen sebagai penopang utama di tengah, Madrid mampu menutup celah‑celah yang biasanya dimanfaatkan oleh City. Selain itu, kehadiran Huijsen memberikan kebebasan bagi gelandang seperti Federico Valverde dan Thiago Pitarch untuk bergerak maju tanpa khawatir kehilangan keseimbangan.
Di lini serang, pelatih menolak menurunkan Kylian Mbappé sebagai starter, melainkan mempercayakan duet Brahim Díaz dan Vinícius Júnior. Kombinasi ini diharapkan dapat mengeksekusi serangan balik cepat yang dimungkinkan oleh pergerakan maju Huijsen dan Rudiger.
Selama pertandingan, Huijsen berhasil melakukan tiga intersepsi penting dan dua tekel bersih, yang membantu Madrid mempertahankan keunggulan agregat. Penampilannya juga terlihat dalam fase bola mati, di mana ia memimpin garis pertahanan dalam mengorganisir blok zona.
Reaksi dan Prospek
Setelah leg kedua berakhir dengan kemenangan tipis Real Madrid 1-0, menambah agregat menjadi 4-0, pujian melimpah diarahkan kepada Huijsen. Pengamat sepak bola menilai bahwa penampilan konsisten muda ini menandai lahirnya generasi baru bek tengah yang dapat bersaing di level tertinggi.
Dalam wawancara pasca laga, Arbeloa menyatakan, “Dean menunjukkan kedewasaan di luar usianya. Ia bukan hanya menghalau serangan, tapi juga memicu transisi cepat yang menjadi senjata utama kami.” Sementara itu, pelatih City, Pep Guardiola, mengakui bahwa “kekurangan dalam mengatasi gerakan Huijsen menjadi faktor kunci yang membuat kami tertekan.”
Ke depan, Real Madrid kini menatap perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Jika Huijsen terus mengembangkan konsistensinya, ia berpotensi menjadi pilihan tetap di lini belakang klub raksasa Spanyol ini, bahkan menantang posisi veteran lain dalam perebutan tempat di tim nasional Belanda.
Secara keseluruhan, penampilan Dean Huijsen pada leg kedua ini tidak hanya memperkuat pertahanan Real Madrid, tetapi juga menegaskan peran strategisnya dalam rencana jangka panjang tim. Dengan dukungan kolektif dan taktik cerdas, Madrid berada pada jalur yang tepat untuk melanjutkan penaklukan mereka di Liga Champions 2026.
