IPD – 09 Maret 2026 | Pemerintah menggelar serangkaian tindakan keras menjelang arus mudik Lebaran 2026. Mulai dari inspeksi kelaikan armada bus, pembatasan truk bersumbu tiga, hingga pengerahan lebih dari 6.800 personel TNI‑Polri, semua langkah diarahkan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan pemudik.
Ramp Check Menyisihkan Ribuan Bus
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas mutlak. Sejak akhir Februari, tim ramp check telah memeriksa ribuan unit kendaraan di sektor darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Pada pemeriksaan terbaru, lebih dari 10.000 armada bus tidak lolos uji kelaikan jalan. Kendaraan yang gagal meliputi bus antarkota, bus pariwisata, serta armada DAMRI yang biasanya melayani rute mudik.
“Saya instruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check sesuai prosedur, sehingga semua sarana yang beroperasi benar‑benar dalam kondisi laik jalan,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta. Bus yang tidak lolos biasanya mengalami masalah pada rem, lampu, atau sistem suspensi. Pemilik armada diwajibkan memperbaiki temuan tersebut dalam waktu 48 jam atau menghadapi sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.
Tiket DAMRI Diprediksi Habis
Seiring meningkatnya permintaan tiket mudik, Perum DAMRI mengumumkan bahwa tiket bus Lebaran 2026 diprediksi akan habis terjual pada H‑3 menjelang Idul Fitri. Teguh Aditya Dharma, Wakil Presiden Pemasaran dan Penjualan Pelanggan DAMRI, mengingatkan masyarakat untuk segera memesan tiket, mengingat ketersediaan masih terbatas.
“Untuk saat ini kami masih terus menambah ketersediaan. Jadi, bagi masyarakat yang ingin memesan, kami persilakan untuk segera melakukan pemesanan tiket dari sekarang,” katanya dalam wawancara dengan Suara.com pada 8 Maret 2026. DAMRI juga menambah armada, membuka pemesanan awal, dan menyediakan rute alternatif guna mengantisipasi lonjakan permintaan.
Pembatasan Truk Sumbu Tiga
Untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur utama, Kementerian Perhubungan bersama Polri memberlakukan pembatasan operasional truk bersumbu tiga atau lebih mulai 13 Maret 2026, bersamaan dengan Operasi Ketupat Jaya. Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar ruas‑ruas tol dan arteri tidak tersendat oleh kendaraan besar.
“Aturan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama tentang pembatasan kendaraan sumbu tiga atau lebih. Kami harap seluruh pelaku usaha dan transporter mematuhi kebijakan ini demi kelancaran arus mudik,” ujarnya.
Pengamanan Raksasa TNI‑Polri Mengawal Mudik
Selain langkah teknis di lapangan, keamanan fisik juga diperkuat. Sebanyak 6.800 personel gabungan TNI‑Polri dikerahkan untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Personel tersebut tersebar di 101 pos pengamanan, mulai dari pos pam, pos pelayanan, hingga pos terpadu di titik‑titik rawan macet.
“Operasi Ketupat Jaya akan berlangsung dari 13 Maret hingga 25 Maret. Fokus utama kami adalah menjamin keamanan, kenyamanan, serta kelancaran perjalanan pemudik hingga arus balik,” kata Kombes Pol Komarudin dalam konferensi pers pada 9 Maret 2026.
Dengan perkiraan puncak arus mudik pada 16‑18 Maret, kehadiran personel ini diharapkan dapat mencegah insiden lalu lintas, mengatur lalu lintas secara dinamis, serta menindak cepat bila terjadi pelanggaran.
Secara keseluruhan, sinergi antara inspeksi kelaikan armada, regulasi truk, dan penempatan personel keamanan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti.
Para pemudik diimbau untuk memeriksa kembali status tiket, memilih rute yang tidak terkena pembatasan truk, serta selalu mematuhi protokol keselamatan di setiap titik perjalanan. Dengan kepatuhan bersama, diharapkan arus mudik dapat berlangsung lancar dan selamat sampai tujuan.
