BMKG Juanda Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Turun 70% Jelang Mudik Lebaran di Jatim

IPD – 20 Maret 2026 | Jawa Timur bersiap menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dengan ancaman cuaca ekstrem yang dapat mengganggu mobilitas jutaan pemudik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juanda meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 16 Maret hingga 26 Maret 2026. Upaya ini menargetkan penurunan intensitas hujan lebat hingga 70 persen, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan OMC. Pada rapat briefing di Base Ops Lanudal Juanda, ia menyampaikan bahwa OMC telah menurunkan curah hujan sangat lebat sebesar 74 persen dibandingkan prediksi awal BMKG, mengubahnya menjadi hujan ringan. Emil menambahkan, sekitar 20 juta pemudik diperkirakan akan melintasi provinsi ini, sehingga mitigasi cuaca menjadi prioritas utama.

Strategi Operasi Modifikasi Cuaca

Tim gabungan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, dan instansi terkait melakukan penyemaian bahan kimia ke awan potensial. Selama tiga hari pertama (16–18 Maret), tujuh sortie penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit menyebarkan sekitar 6.800 kg bahan semai, terdiri dari 1.000 kg natrium klorida (NaCl) dan 5.800 kg kalsium oksida (CaO). NaCl disebarkan pada awan di wilayah laut untuk memaksa turunnya hujan sebelum mencapai daratan, sementara CaO diaplikasikan pada awan darat untuk menekan pertumbuhan partikel hujan.

Analisis radar cuaca real‑time WOFI menjadi acuan utama dalam menentukan titik penyemaian. Kriteria pemilihan meliputi intensitas curah hujan dan kerawanan daerah di bawahnya, seperti potensi longsor. Pada hari tertentu, titik fokus OMC berada di kawasan Mojokerto dan wilayah Jawa Timur bagian tengah, menyesuaikan dinamika atmosfer yang dipengaruhi oleh Madden‑Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Kelvin.

Daerah Rawan Longsor dan Peringatan BMBMKG

BMKG Juanda memperingatkan enam wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi longsor tinggi pada masa transisi musim. Daerah‑daerah tersebut meliputi:

  • Pujon, Kabupaten Malang
  • Junrejo, Kota Batu
  • Binakal, Kabupaten Bondowoso
  • Klabang, Kabupaten Bondowoso
  • Ledokombo, Kabupaten Jember
  • Arjosari, Kabupaten Pacitan

Prediksi cuaca untuk 20 Maret 2026 menunjukkan kondisi berawan dengan kemungkinan hujan lebat, petir, dan angin kencang. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat memicu tanah longsor di wilayah‑wilayah tersebut.

Evaluasi dan Hasil Sementara

Data sementara menunjukkan penurunan rata‑rata curah hujan hingga 40 persen bila dibandingkan dengan skenario tanpa intervensi. Kejadian hujan lebat menurun sekitar 70 persen, sedangkan hujan sangat lebat berkurang 25 persen. Distribusi curah hujan kini lebih merata dan cenderung ringan, mengurangi risiko banjir dan gangguan pada jalur transportasi utama seperti tol Trans‑Java dan kereta api inter‑island.

Para ahli menilai operasi ini sebagai contoh inovasi mitigasi bencana berbasis ilmu atmosferik. Meskipun hasilnya masih bergantung pada kondisi atmosfer yang dinamis, keberhasilan penurunan intensitas hujan menunjukkan potensi OMC sebagai alat bantu kebijakan publik dalam mengelola risiko cuaca ekstrem.

Dengan OMC yang terus dijalankan hingga akhir pekan pertama April, otoritas provinsi berharap cuaca akan tetap terkendali selama masa mudik. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan mematuhi arahan evakuasi bila diperlukan. Upaya bersama antara pemerintah, BMKG, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan mudik Lebaran yang aman, lancar, dan minim dampak bencana hidrometeorologi.

Leave a Comment