Banjir Mengguncang Jakarta dan Bali: Ribuan Rumah Tergenang, Sekolah Terendam, dan Rute Busway Terganggu

IPD – 09 Maret 2026 | Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan Bali sejak akhir pekan 7-8 Maret 2026 memicu banjir bandang yang masih meluas pada Senin 9 Maret. Lebih dari seratus RT di Jakarta tercatat tergenang, sementara di Kabupaten Buleleng, Bali, Sekolah Dasar Negeri 5 Banjar mengalami kerusakan parah. Dampaknya tidak hanya pada pemukiman, tetapi juga menghambat transportasi publik seperti layanan Transjakarta.

Jakarta Barat: Banjir hingga 80 cm di Duri Kosambi

Kawasan Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, tetap terendam air setinggi 60‑80 sentimeter pada pagi 9 Maret. Akses utama sepanjang satu kilometer lumpuh total, menghambat kendaraan bermotor. Warga setempat, Zami (20), mengaku air terus naik sejak malam 7 Maret hingga sahur pagi berikutnya.

Data Kerusakan di Jakarta Barat

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada pukul 06.00 WIB Senin 9 Maret masih terdapat 16 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan yang terendam. Tinggi air bervariasi antara 30‑90 cm.

KelurahanRT TergenangKetinggian Air (cm)
Duri Kosambi4 RT30‑80
Rawa Buaya7 RT60‑90
Jelambar1 RT30
Kembangan Selatan2 RT50
Kembangan Utara2 RT40‑60

Jalan-jalan yang masih tergenang meliputi Jalan Kapuk Muara Raya, Lampu Merah Luar, dan Kembangan Raya. BPBD DKI terus memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air.

Transportasi Terganggu: Penyesuaian Rute Transjakarta

Akibat genangan, PT Transjakarta melakukan penyesuaian operasional pada beberapa rute BRT dan non‑BRT pada pagi hari Senin 9 Maret. Rute 2A (Pulogadung 1–Rawa Buaya), rute 3 (Kalideres–Monas), dan rute 3F (Kalideres–GBK) dialihkan. Halte‑halte seperti Taman Kota, Jembatan Gantung, Pulo Nangka, dan Jembatan Baru sementara tidak melayani penumpang.

Penyesuaian ini diambil demi keamanan penumpang, mengingat banyak separator (MCB) terbalik akibat genangan. Transjakarta berharap kondisi akan membaik seiring penurunan level air.

Bali: SDN 5 Banjar Terendam Lumpur hingga 2,5 m

Di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, banjir bandang pada Jumat malam 6 Maret menggenangi Sekolah Dasar Negeri 5 Banjar. Ketinggian air mencapai 2,5 meter, menenggelamkan buku‑buku perpustakaan, meja, kursi, serta satu unit komputer. Endapan lumpur setebal 0,5 meter menutupi halaman dan ruang kelas.

Disdikpora Buleleng, melalui Lurah Putu Adi Ariwati, telah memetakan kerusakan dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten serta pemerintah desa untuk proses pembersihan. Sekitar 50 meja, 100 kursi, empat lemari, empat rak buku, tujuh meja baca, serta satu Interactive Flat Panel (IFP) mengalami kerusakan.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemulihan

  • BPBD DKI Jakarta menurunkan status darurat pada sebagian wilayah, namun tetap mengimbau warga untuk waspada dan melaporkan genangan melalui 112.
  • Disdikpora Buleleng menyiapkan bantuan logistik, membersihkan ruang kelas, dan menyiapkan tempat penampungan sementara di masjid‑masjid setempat.
  • Tim SAR dan Relawan setempat membantu evakuasi warga yang terpaksa mengungsi ke masjid Jami Al‑Khaeer, Uswatun Hasanah, dan Al‑Fudhollah di Kelurahan Kedaung Kali Angke.

Kerugian Manusia dan Ekonomi

Di Buleleng, banjir bandang menewaskan tiga orang (Ketut Adi Suarjana 55 th, Komang Suci 44 th, dan anaknya Kadek Wahyu 12 th) serta meninggalkan satu korban hilang (Putu Wini 17 th). Sementara di Jakarta, meski tidak ada laporan korban jiwa, ribuan rumah terdampak mengakibatkan kerugian material yang belum terhitung.

Kerusakan pada infrastruktur transportasi memperlambat aktivitas ekonomi, terutama di wilayah barat Jakarta yang merupakan jalur komersial penting.

Dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga pertengahan minggu, pihak berwenang menekankan pentingnya kesiapsiagaan, pembersihan saluran air, serta koordinasi lintas sektor untuk mengurangi dampak selanjutnya.

Situasi banjir ini menjadi pengingat akan perlunya peningkatan sistem drainase, penataan ruang, dan kesiapan penanggulangan bencana di wilayah perkotaan dan pesisir Indonesia.

Leave a Comment