IPD – 28 Maret 2026 | Alexander Zverev kembali menjadi sorotan utama pada Miami Open 2026 setelah menorehkan kemenangan telak atas Francisco Cerundolo dengan skor 6-1, 6-2 pada babak perempat final. Penampilan Zverev yang hampir tanpa celah menyerang mengantarkannya ke semifinal, sekaligus menandai pencapaian bersejarah: pertama kalinya ia menembus babak semifinal di dua turnamen “Sunshine Double” (Indian Wells dan Miami Open) dalam satu musim. Statistik pertandingan mencatat akurasi servis pertamanya mencapai 76 persen, sementara ia mengonversi 84 persen poin dari servis pertama dan berhasil memanfaatkan empat dari tujuh break point yang diperoleh.
Kemenangan ini sekaligus menambah catatan Zverev menjadi 25 kali masuk babak semifinal ATP Masters 1000, sebuah tonggak yang terakhir diraih oleh Andy Murray pada 2015. Pencapaian tersebut menegaskan posisi Zverev di antara elite tenis dunia, terutama mengingat usianya yang masih relatif muda. Keberhasilan menaklukkan Cerundolo juga memperpanjang rekor pertemuan mereka menjadi 4-3 untuk keunggulan Zvervan, dengan dua kemenangan terbaru terjadi pada Australian Open Januari lalu dan pada perempat final Miami Open ini.
Di luar lapangan, sorotan media juga tertuju pada pasangan Zverev, aktris dan model Sophia Thomalla, yang tampil memukau dalam balutan gaun hitam berani pada acara pembukaan turnamen. Gaun tersebut, berdesain asimetris dengan potongan eksposur pada punggung, langsung menjadi perbincangan fashion internasional. Penampilan Thomalla tidak hanya menambah glamor pada turnamen, tetapi juga menegaskan peran penting pasangan atlet dalam membangun citra publik yang kuat.
Setelah kemenangan tersebut, Zverev menegaskan kepercayaan dirinya untuk meraih gelar Grand Slam tahun ini. Ia mengungkapkan keyakinan bahwa kondisi fisik dan mentalnya berada pada puncak, serta menambahkan bahwa pengalaman bertarung di level tertinggi selama beberapa tahun terakhir memberikan landasan yang kokoh untuk mengejar trofi pertama di turnamen bergengsi. “Saya merasa cukup baik saat ini dan berharap kondisi ini terus berlanjut,” ujar Zverev, menambahkan bahwa pertandingan melawan Jannik Sinner di semifinal akan menjadi ujian terberat dalam turnamen ini.
Jannik Sinner, unggulan kedua yang berhasil menyingkirkan Frances Tiafoe dengan skor identik 6-2, 6-2, siap menantang Zverev. Pertemuan keduanya tidak hanya menjadi duel semifinal, melainkan juga balas dendam atas pertemuan sebelumnya di Indian Wells, di mana Sinner berhasil mengalahkan Zverev dalam dua set straight. Kedua pemain memiliki catatan kemenangan yang mengesankan, sehingga pertandingan diprediksi akan menjadi salah satu highlight turnamen tahun ini.
Di luar lapangan, Zverev juga menanggapi pertanyaan media mengenai rencananya dalam jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa selain fokus pada Grand Slam, ia berencana memperkuat kebugaran tubuh melalui program latihan khusus, serta meningkatkan aspek taktik permainan terutama di bagian servis dan return. Pendekatan ini mencerminkan evolusi pemain yang dulu dikenal memiliki pukulan forehand kuat, namun kini menambahkan dimensi baru pada permainan seluruhnya.
Secara keseluruhan, performa Zverev di Miami Open 2026 mencerminkan kombinasi antara konsistensi statistik, mental juara, dan dukungan eksternal yang kuat, termasuk sorotan fashion dari pasangannya. Jika ia berhasil mengatasi Sinner di semifinal dan melaju ke final, peluangnya untuk menambah satu lagi gelar Masters 1000 serta menambah momentum menuju Grand Slam menjadi semakin nyata. Penutupnya, Zverev menegaskan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan meningkatkan diri, sementara para penggemar menantikan aksi selanjutnya dengan antusias.
