5 Amalan Sunnah Ramadan yang Pahalanya Dilipatgandakan, Simak Cara Memaksimalkannya

IPD – 10 Maret 2026 | Ramadan merupakan bulan penuh rahmat di mana setiap amal baik mendapatkan peningkatan pahala, terutama pada sepuluh malam terakhir yang dikenal sebagai malam-malam qadar. Di antara berbagai ibadah, ada lima amalan sunnah yang secara khusus dianjurkan selama periode ini dan dikatakan pahalanya dapat dilipatgandakan, sebanding dengan pahala haji dan umrah. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang baru memasuki masjid, sebelum duduk. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat” (HR. Jamaah Ahli Hadits). Bacaan niatnya: Ushalli sunnatat tahiyyatal masjidi rak’ataini lillahi ta’aalaa. Pahala sholat ini diganda ketika dilakukan pada malam-malam terakhir Ramadan, terutama bila diiringi niat iktikaf.

2. Sholat Rawatib

Rawatib merupakan rangkaian sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib fardhu, baik sebelum maupun sesudahnya (seperti sholat sebelum Subuh dan sesudah Maghrib). Hadits menyebutkan, “Sholat rawatib merupakan cahaya bagi orang yang melaksanakannya”. Pada sepuluh malam terakhir, melaksanakan rawatib secara konsisten dianggap menambah pahala ibadah lainnya, sehingga totalnya dapat melipatgandakan kebaikan.

3. Sholat Tahajud

Sholat malam yang dilakukan setelah tidur, paling utama pada sepertiga malam terakhir. Nabi SAW sangat menganjurkan tahajud, bahkan mengaitkannya dengan kedekatan khusus kepada Allah. Dalam konteks Ramadan, tahajud pada malam-malam qadar diyakini memberikan pahala yang setara dengan seribu bulan, sehingga setiap rakaat menjadi peluang emas bagi peningkatan pahala.

4. Sholat Hajat

Sholat dua rakaat yang dipanjatkan untuk memohon bantuan Allah atas kebutuhan khusus. Hadits menyatakan bahwa hajat yang diajukan dengan ikhlas dan disertai doa akan dipenuhi, dan pahala sholat hajat pada malam qadar dilipatgandakan. Umat muslim disarankan menggabungkan sholat hajat dengan dzikir tasbih, tahmid, takbir untuk menambah kekhusyukan.

5. Sholat Taubat

Sholat taubat terdiri dari dua rakaat diikuti dengan permohonan ampun kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Taubat yang paling utama adalah taubat pada malam Lailatul Qadar”. Oleh karena itu, melaksanakan sholat taubat pada sepuluh malam terakhir tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menambah pahala secara berlipat ganda, seolah‑olah menunaikan ibadah wajib.

Kelima sholat sunnah di atas tidak berdiri sendiri; mereka saling melengkapi dalam rangka iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah intensif selama sepuluh malam terakhir. Hadits menyebutkan bahwa iktikaf pada sepuluh malam terakhir memiliki pahala setara dengan dua kali haji dan dua kali umrah, sehingga menambah nilai spiritual setiap sholat sunnah yang dilakukan dalam rangka tersebut.

Selain sholat, dzikir tasbih, tahmid, takbir juga dianjurkan. Dzikir tersebut ringan di lisan namun berat di timbangan amal, terutama bila dibaca pada malam-malam qadar. Kombinasi sholat sunnah dan dzikir meningkatkan kualitas ibadah dan membuka pintu pahala yang berlipat ganda.

Dengan memperbanyak kelima amalan sunnah ini pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Muslim dapat memaksimalkan kesempatan meraih pahala yang berlipat, sekaligus menyiapkan diri menyambut Lailatul Qadar yang penuh berkah.

Leave a Comment