IPD – 09 April 2026 | NASA kembali mencuri perhatian dunia setelah menampilkan foto menakjubkan yang memperlihatkan cekungan raksasa di sisi jauh Bulan secara utuh. Gambar tersebut diambil oleh modul Orion yang sedang mengorbit di sekitar satelit alami kita, menandai pencapaian visual pertama yang menampilkan fitur geologis tersebut tanpa gangguan bayangan.
Foto ini dirilis bersamaan dengan perkembangan penting lainnya dalam misi Artemis II, yakni persiapan astronot untuk kembali ke Bumi melalui pendaratan air di pantai California. Selama fase akhir penerbangan, kapsul Orion diprediksi akan menyentuh permukaan laut sekitar pukul 20:07 waktu Amerika Serikat bagian timur pada hari Jumat, 10 April 2026, tepat di wilayah San Diego. Proses masuk kembali ke atmosfer dijelaskan oleh tim NASA sebagai “fireball” yang akan menghasilkan cahaya terang sebelum modul meluncur ke laut.
Berikut rangkaian peristiwa utama Artemis II yang telah dilalui hingga kini:
- 1 April 2026 – Peluncuran roket Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center, Florida, dengan empat astronot di dalamnya.
- 6 April 2026 – Penerbangan mengelilingi Bulan, mencetak rekor jarak terjauh yang pernah dicapai manusia sejak era Apollo.
- 8 April 2026 – Pengambilan gambar sisi jauh Bulan yang menampilkan cekungan raksasa secara lengkap.
- 10 April 2026 – Pendaratan air kapsul Orion di perairan California, menandai berakhirnya misi bersejarah pertama Artemis yang berawak.
Astronot yang terlibat, termasuk komandan misi, menjelaskan pengalaman mereka selama fase orbit Bulan. Mereka menyoroti keindahan lanskap lunar yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta tantangan teknis dalam mengendalikan kecepatan dan orientasi modul selama manuver “flyby”. Salah satu anggota kru mengungkapkan, “Memandang cekungan raksasa itu dari dekat memberi kami perspektif baru tentang sejarah geologi Bulan, dan mengingatkan betapa kecilnya kita di alam semesta.”
Selain foto, NASA juga meluncurkan pelacak Artemis II yang dapat diakses publik. Pelacak ini menampilkan posisi terkini Orion, kecepatan perjalanan, serta jarak relatif antara Bumi dan Bulan secara real‑time. Fitur ini memungkinkan penggemar antariksa mengikuti setiap detik perjalanan, memperkuat rasa keterlibatan global dalam misi luar angkasa.
Persiapan pendaratan air melibatkan tim penyelamat laut, kapal pendukung, serta peralatan pemulihan khusus. Kapsul Orion dirancang untuk menahan suhu tinggi selama masuk kembali ke atmosfer, kemudian mengapung dengan sistem penyangga otomatis. Tim medis sudah menyiapkan prosedur pemeriksaan pasca‑pendaratan untuk memastikan kondisi kesehatan astronot setelah mengalami gaya gravitasi yang ekstrem.
Misi Artemis II tidak hanya menandai pencapaian teknis, tetapi juga menjadi simbol komitmen NASA untuk kembali mengirim manusia ke Bulan dalam dekade mendatang. Keberhasilan pendaratan air di California menjadi bukti bahwa teknologi modern dapat mengatasi tantangan yang dulu hanya dapat diimpikan pada era Apollo.
Dengan foto sisi jauh Bulan yang kini terbuka bagi publik, serta kisah para astronot yang kembali selamat ke Bumi, Artemis II mengukir babak baru dalam eksplorasi luar angkasa. Ke depan, NASA menargetkan misi Artemis III yang akan mendaratkan astronot di kutub selatan Bulan, membuka peluang penelitian ilmiah dan persiapan menuju misi manusia ke Mars.
