Napoli Gagal Menang di Parma, Peluang Scudetto Tersendat dan Inter Melaju ke Puncak

IPD – 13 April 2026 | Napoli gagal mempertahankan tren kemenangan enam laga beruntun ketika terpaksa berbagi poin 1-1 dengan Parma pada laga ke-31 Serie A di Ennio Tardini Stadium, Parma. Gol pertama tercipta dalam 33 detik melalui serangan cepat Gabriel Strefezza, menempatkan tim tuan rumah dalam keunggulan yang hampir tak terelakkan. Meskipun Scott McTominay menyamakan kedudukan pada menit ke-60, hasil imbang tersebut menurunkan harapan Napoli untuk mengamankan Scudetto ketiga dalam empat musim.

Pelatih Napoli, Antonio Conte, mengakui bahwa timnya berada di “garis tipis yang memisahkan pemenang dan yang kalah”. Ia menegaskan bahwa conceding gol dalam hitungan detik mengubah dinamika pertandingan, terutama melawan tim yang menumpuk pertahanan seperti Parma. “Mereka menyiapkan barikade, menahan serangan balik, dan kami tidak mampu menembus pertahanan mereka,” ujar Conte sesudah laga. Meskipun demikian, ia tidak mengkritik semangat juang pemain, melainkan menekankan perlunya konsistensi di setiap menit pertandingan.

Di sisi lain, Inter Milan, pemimpin klasemen, memanfaatkan hasil Napoli untuk memperlebar jarak poin. Inter berhasil mengalahkan Como dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang menegangkan, sehingga selisih antara mereka dan Napoli kini mencapai enam poin dengan enam pertandingan tersisa. Jika Inter terus menambah poin, peluang Napoli merebut kembali puncak klasemen akan semakin tipis.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Napoli menguasai penguasaan bola sebesar 57 persen, namun efektivitas serangan mereka terbatas. Rasmus Hojlund, penyerang Denmark, gagal mencetak gol meski menciptakan beberapa peluang berbahaya. Sebaliknya, Parma mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat, yang terbukti efektif pada gol awal. Penampilan McTominay menjadi sorotan, karena golnya menjadi satu-satunya poin yang diperoleh Napoli di pertandingan ini.

Dengan empat poin yang diambil dari enam laga terakhir, Napoli kini berada di posisi kedua dengan 71 poin, sementara Inter memimpin dengan 77 poin. Analisis para pakar memperkirakan bahwa Napoli harus memenangkan minimal lima laga dari enam sisa pertandingan untuk tetap berpeluang menyalip Inter, dengan syarat Inter tidak memperoleh lebih dari tiga kemenangan dalam periode yang sama.

Faktor penting yang akan menentukan nasib Napoli adalah konsistensi pertahanan dan kemampuan mengubah peluang menjadi gol. Tim harus menghindari kebobolan dini seperti yang terjadi di Parma, sekaligus meningkatkan efisiensi serangan. Pemain seperti Matteo Politano dan Khvicha Kvaratskhelia diharapkan kembali ke performa puncak untuk menambah variasi serangan.

Di luar lapangan, tekanan media dan suporter semakin menguat. Napoli, yang dikenal memiliki basis pendukung fanatik, kini menunggu respon positif dari para pendukungnya setelah hasil imbang yang mengecewakan. Conte berjanji akan memperbaiki taktik dan menyiapkan mental juara menjelang sisa musim yang krusial.

Secara keseluruhan, hasil imbang melawan Parma menjadi titik balik penting bagi Napoli dalam perburuan gelar Serie A 2025/2026. Inter kini mengendalikan peta persaingan, sementara Napoli harus bangkit cepat agar tidak tertinggal lebih jauh. Pertandingan-pertandingan mendatang, khususnya melawan Juventus dan Milan, akan menjadi ujian sejati apakah Napoli masih mampu menyalip Inter atau harus menyerah pada ambisi mempertahankan Scudetto.

Leave a Comment