IPD – 05 April 2026 | Jakarta Barat – Kepolisian Metro Jakarta Barat mengungkap jaringan penipuan yang melibatkan dua warga negara Liberia, yang menggunakan modus “black dollar” atau dolar hitam dengan bantuan cairan khusus. Kasus ini menjerat seorang pengusaha asal Korea Selatan yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat, menimbulkan kerugian hingga sekitar Rp1,6 miliar.
Penangkapan kedua tersangka, yang diketahui berinisial SDT dan I, terjadi pada akhir pekan di sebuah apartemen di kawasan Kembangan Dua. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk brankas berisi cairan misterius yang dipergunakan untuk mencetak atau memodifikasi uang palsu. Selain brankas, aparat juga menyita peralatan cetak, komputer, serta dokumen transaksi yang mengaitkan korban dengan penawaran investasi black dollar.
Modus operandi penipuan ini melibatkan beberapa tahap yang terorganisir dengan rapi. Secara umum, pelaku menawarkan peluang investasi dengan janji imbal hasil tinggi melalui media sosial atau jaringan pribadi. Setelah korban menyetorkan dana, pelaku menyiapkan uang palsu yang tampak mirip dengan mata uang dolar Amerika, namun diproduksi menggunakan cairan kimia khusus yang memberikan kilau unik. Uang palsu ini kemudian diserahkan kepada korban sebagai bukti “pengiriman” dana investasi.
- Langkah pertama: Kontak awal melalui media sosial atau pertemuan langsung, menawarkan peluang investasi black dollar.
- Langkah kedua: Permintaan transfer dana ke rekening yang dikendalikan pelaku, biasanya dalam jumlah besar.
- Langkah ketiga: Pembuatan uang palsu menggunakan cairan kimia khusus yang disembunyikan dalam brankas.
- Langkah keempat: Penyerahan uang palsu kepada korban sebagai bukti pengiriman, sambil menunda atau menolak permintaan pencairan dana sebenarnya.
Korban dalam kasus ini, seorang pengusaha Korea Selatan yang memiliki jaringan bisnis di sektor perdagangan elektronik, melaporkan kerugian setelah menerima sejumlah uang palsu dan tidak menemukan dana investasi yang dijanjikan. Setelah menghubungi pihak berwajib, penyelidikan mengungkap keterlibatan dua warga Liberia yang beroperasi sebagai perantara utama dalam skema tersebut.
Polisi Metro Jakarta Barat menegaskan bahwa penggunaan cairan khusus dalam pembuatan black dollar merupakan teknik yang relatif baru di Indonesia, menambah kompleksitas penyidikan. Cairan tersebut diduga mengandung bahan kimia yang meningkatkan daya tahan cetakan serta memberikan efek visual yang menipu mata, sehingga sulit dibedakan dari uang asli pada pandangan sekilas.
Tim forensik kepolisian melakukan analisis kimia terhadap cairan tersebut dan menemukan komposisi yang tidak umum dipakai dalam pembuatan uang palsu konvensional. Hal ini menunjukkan adanya jaringan internasional yang mungkin menyediakan bahan baku atau pengetahuan teknis bagi pelaku di Indonesia.
Kasus penipuan black dollar bukanlah yang pertama di wilayah Jakarta Barat. Pada tahun 2021, serangkaian kasus serupa melibatkan warga negara lain, seperti Kamerun dan Nigeria, yang menargetkan warga lokal dengan modus yang mirip. Namun, modus dengan cairan khusus menandai evolusi teknik penipuan yang semakin canggih.
Pihak kepolisian terus memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak luar negeri dalam penyediaan bahan dan pelatihan. Sementara itu, mereka mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran investasi yang terdengar terlalu menguntungkan, terutama yang melibatkan transaksi uang tunai atau uang elektronik tanpa dokumentasi resmi.
Dalam upaya pencegahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menyarankan agar calon investor selalu melakukan verifikasi latar belakang perusahaan atau individu yang menawarkan investasi, serta menghindari transfer dana melalui jalur yang tidak terjamin keamanannya. Masyarakat juga diharapkan melaporkan segala indikasi penipuan kepada pihak berwajib sesegera mungkin.
Kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan publik terhadap modus-modus penipuan yang semakin kompleks dan berteknologi tinggi. Dengan penangkapan dua pelaku utama dan penyitaan barang bukti yang signifikan, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi jaringan kriminal serupa serta melindungi potensi korban di masa depan.
