IPD – 31 Maret 2026 | Dalam laga pekan ke-30 Segunda RFEF yang berlangsung pada 30 Maret 2026 di Estadio de los Juegos Mediterráneos, UD Almería berhasil menorehkan kemenangan penting melawan Real Sociedad B berkat penampilan impresif penyerang Miguel de la Fuente. Gol penentu datang pada menit akhir, menandai de la Fuente sebagai pencetak gol terbanyak tim di klasemen sementara.
Gaya permainan yang ditunjukkan Almería pada pertandingan tersebut menonjolkan tekanan tinggi dan transisi cepat. Pelatih Rubi menekankan pentingnya pressing terkoordinasi, namun implementasinya terlihat jelas dari gerakan de la Fuente yang seolah menjadi motor tekanan tim. Setiap kali merebut bola, pemain tersebut langsung memicu serangan balasan, memaksa pertahanan lawan berada dalam posisi terdesak. Pendekatan ini terbukti efektif, terutama ketika de la Fuente berhasil menahan bola di area pertahanan lawan dan mengirimkan umpan terobosan kepada rekan setim Arribas, yang kemudian berkolaborasi dalam serangan.
Sinergi antara de la Fuente dan Arribas mengingatkan pada era ketika pemain tengah Baba menjadi penggerak utama di tengah lapangan, memicu ritme serangan tim. Meski Baba mengalami cedera pada musim sebelumnya, de la Fuente tampak mengisi kekosongan tersebut dengan kemampuan mengatur tempo, menahan bola, serta menyelesaikan peluang secara klinis. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Rubi dalam merancang taktik, namun eksekusi di lapangan dipimpin oleh de la Fuente, yang kini menjadi contoh bagi rekan-rekannya dalam menerapkan tekanan dan kecepatan permainan.
Sementara skuad utama menikmati momentum positif, tim filial UD Almería B mengalami nasib berbalik. Pada akhir pekan yang sama, Almería B menelan kekalahan telak 3-0 di hadapan UD Melilla di kota Melilla, menandai konfirmasi relegasi ke Tercera RFEF. Dilatih oleh José María Salmerón, tim filial tidak mampu mengubah arah musim yang sudah dipenuhi kekecewaan sejak awal kompetisi.
Statistik musim ini menunjukkan performa yang jauh di bawah harapan. Dalam 24 pertandingan, Almería B hanya berhasil mengumpulkan 19 poin, dengan empat kemenangan, lima hasil imbang, dan lima belas kekalahan. Daftar singkat prestasi tim dapat dilihat pada poin-poin berikut:
- Jumlah kemenangan: 4
- Jumlah hasil imbang: 5
- Jumlah kekalahan: 15
- Poin total: 19
- Posisi klasemen sebelum relegasi: zona merah sejak putaran keempat
Keputusan mengubah pelatih pada awal musim, yakni penggantian Alberto Lasarte dengan Salmerón, tidak mampu menghentikan penurunan performa. Meskipun sempat meraih dua kemenangan berurutan melawan Yeclano Deportivo dan Extremadura, tim kembali mengalami kemunduran setelah seri melawan Xerez Deportivo.
Relegasi Almería B membawa implikasi serius bagi proyek akademi klub. Tim filial selama ini menjadi jalur utama bagi pemain muda untuk beradaptasi dengan kompetisi profesional sebelum dipromosikan ke skuad utama. Penurunan ke Tercera RFEF berarti kualitas kompetisi yang lebih rendah, yang dapat memperlambat perkembangan talenta lokal. Manajemen klub diperkirakan akan melakukan evaluasi struktural, termasuk perbaikan kebijakan perekrutan, peningkatan fasilitas latihan, serta penyesuaian taktik agar kembali kompetitif pada musim mendatang.
Secara keseluruhan, UD Almería berada pada dua kutub yang kontras. Di satu sisi, penampilan gemilang Miguel de la Fuente mengangkat moral skuad utama dan menambah harapan untuk bersaing di zona promosi langsung. Di sisi lain, kegagalan Almería B menyoroti kelemahan dalam pengelolaan tim filial dan menuntut perombakan strategi pengembangan pemain muda. Kedepannya, keberhasilan UD Almería akan sangat bergantung pada kemampuan klub untuk menyeimbangkan ambisi jangka pendek di level pertama dengan pembangunan fondasi jangka panjang melalui akademi.
Dengan dukungan suporter yang terus menggelora, harapan bagi UD Almería tetap tinggi. Jika tekanan dan kualitas yang ditunjukkan de la Fuente dapat dijadikan contoh bagi generasi mendatang, serta manajemen mampu memperbaiki struktur tim B, klub berpotensi kembali mengukir prestasi di kedua level kompetisi.
