IPD – 30 Maret 2026 | Balapan utama Formula 1 di Sirkuit Suzuka pada Minggu (29/3/2026) menyuguhkan aksi menegangkan yang mengukir sejarah baru. Tim Mercedes berhasil menempati kedua posisi terdepan pada saat start, mencetak rekor ketiga kalinya dalam satu musim untuk mendominasi grid start. Namun, sorotan utama tetap pada kemenangan impresif Kimi Antonelli, pembalap muda Mercedes berusia 19 tahun, yang berhasil mengamankan podium pertama di kariernya. Sementara itu, Max Verstappen dari Red Bull tampak jelas kecewa setelah gagal mengoptimalkan strategi di lintasan yang menuntut.
Antonelli memulai balapan dari pole position, namun pada awalnya harus turun ke posisi kelima setelah start yang sedikit terganggu. Dengan agresif, ia berhasil menyalip Lando Norris di tikungan 16 pada lap ke-11, mengembalikan posisi keempat. Dua lap kemudian, ia kembali mendekat ke puncak klasemen dengan menyalip Charles Leclerc dan Oscar Piastri yang tengah melakukan pit stop, sehingga menempati posisi kedua pada lap ke-20. Tak lama setelah itu, Antonelli kembali ke posisi terdepan ketika George Russell melakukan pit stop, menandai awal serangkaian manuver yang akan membawa ia ke garis finis sebagai juara.
Saat bendera kuning berkibar akibat insiden Oliver Bearman yang meluncur dan menabrak dinding pembatas di tikungan 13, safety car masuk ke lintasan. Antonelli memanfaatkan periode ini untuk melakukan pit stop singkat, berganti ban ke tipe hard tanpa kehilangan posisi. Setelah safety car berakhir pada lap ke-28, ia memanfaatkan kecepatan maksimum mobil Mercedes yang masih dalam kondisi prima, berhasil menjauh dari para pesaing dan menutup balapan dengan selisih 13,722 detik dari Oscar Piastri.
Keberhasilan Antonelli tidak hanya menambah catatan pribadi, tetapi juga menambah deretan pembalap legendaris yang pernah menaklukkan Suzuka. Ia menjadi pembalap ke-18 yang berhasil menjuarai sirkuit tersebut, bergabung dengan nama-nama besar seperti Michael Schumacher, Sebastian Vettel, Lewis Hamilton, dan Max Verstappen. Dengan total 72 poin, Antonelli kini memimpin klasemen pembalap sebagai pemimpin termuda dalam sejarah F1, berusia 19 tahun 7 bulan.
Di sisi lain, Max Verstappen tampak frustrasi sepanjang balapan. Meskipun menguasai posisi tengah grid, strategi pit stop Red Bull yang terpaksa menyesuaikan dengan kondisi ban hard Mercedes membuatnya kehilangan waktu kritis. Verstappen tidak berhasil memanfaatkan safety car untuk memotong jarak, dan akhirnya harus bersaing di belakang pack, menyaksikan rivalnya melaju lebih cepat. Kekecewaannya tercermin dalam komentar pasca balapan, di mana ia menyebutkan perlunya evaluasi mendalam terhadap pilihan strategi tim.
Berikut adalah rangkaian hasil akhir lima pembalap teratas pada GP Jepang 2026:
| Posisi | Pembalap | Tim | Waktu Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 0.000 |
| 2 | Oscar Piastri | McLaren | +13.722 |
| 3 | George Russell | Mercedes | +15.389 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | +18.054 |
| 5 | Lando Norris | McLaren | +20.721 |
Dominasi Mercedes pada starting grid, diikuti dengan kemenangan Antonelli, menegaskan posisi tim Jerman sebagai kekuatan utama musim ini. Sementara itu, kekecewaan Verstappen menjadi sinyal bahwa Red Bull harus meninjau kembali taktik pit stop dan pemilihan ban, terutama di sirkuit yang menuntut kecepatan konsisten seperti Suzuka.
Kesimpulannya, GP Jepang 2026 menjadi panggung bagi Mercedes untuk memperlihatkan keunggulan teknis dan strategi, sekaligus menandai kebangkitan bintang muda Kimi Antonelli. Sementara Red Bull harus bangkit dari kekecewaan dan mencari solusi agar dapat kembali bersaing di puncak klasemen pembalap.
