Menteri PU Dody Hanggodo Tegaskan Jalan Tol Tetap Prima di Tengah Arus Balik Lebaran 2026

IPD – 31 Maret 2026 | JAKARTA – Menjelang akhir periode arus balik Lebaran 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa kondisi infrastruktur jalan tol tetap terjaga berkat upaya pemeliharaan rutin dan penanganan cepat pada titik‑titik rawan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri meninjau langsung ruas Jalan Tol Trans Jawa, termasuk jalur utama Cikampek‑Palimanan (Cipali) dan Batang‑Semarang.

Menurut Dody, sebagian besar ruas tol menunjukkan permukaan yang mulus dan aman untuk melayani volume kendaraan yang melonjak selama mudik. “Secara umum kondisi jalan tol mulus dan terjaga. Perbaikan pada beberapa titik juga telah ditindaklanjuti, sehingga kualitas layanan tetap terpelihara,” ujarnya pada Minggu, 29 Maret 2026.

Kementerian PU bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan respons cepat pada kerusakan yang muncul, terutama di area dengan curah hujan tinggi dan lonjakan lalu lintas. Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menambahkan bahwa inspeksi rutin dan evaluasi lapangan dilakukan secara intensif sehingga potensi kerusakan dapat diidentifikasi lebih awal.

Di ruas Tol Cikampek‑Palimanan, pengelola Astra Tol Cipali menyiagakan 11 tim patching yang melakukan inspeksi harian. Tim tersebut dilengkapi dengan material yang cukup untuk memperbaiki kerusakan kecil tanpa mengganggu arus lalu lintas. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola lalu lintas juga dijalankan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan, terutama pada jam-jam puncak arus balik.

Sementara itu, data yang dirilis oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan bahwa arus balik mulai melandai. Hingga pukul 22.00 WIB, tercatat 2,9 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta, setara dengan 86 persen proyeksi. Volume per capacity ratio (VC Ratio) pada beberapa ruas utama berada dalam rentang yang aman:

Ruas TolVC Ratio
Batang‑Semarang0,30
Palikanci0,28
Cipali0,22
Jakarta‑Cikampek0,36

Pengendalian arus balik tidak lepas dari kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas). Sistem one‑way dan contraflow diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Jalan Tol Jakarta‑Cikampek. Kebijakan tersebut mendapat pujian dari pemudik yang merasakan kelancaran perjalanan tanpa hambatan signifikan.

Seorang pemudik asal Majalengka, Ical, menyatakan, “Kebijakan one way sangat membantu, perjalanan terasa normal seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa kemacetan parah.” Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh Bayu, pemudik dari Bandung, yang menilai bahwa penegakan disiplin di bahu jalan serta keberadaan rest area darurat berperan penting dalam menjaga arus lalu lintas tetap lancar.

Polri menegaskan bahwa skema one‑way dan contraflow akan resmi ditutup pada dini hari Minggu, 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB, setelah kondisi arus balik terbukti terkendali. Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan, “Kami terus memantau VC Ratio dan akan menyesuaikan langkah bila diperlukan, namun saat ini situasi sudah berada dalam batas aman.”

Dengan koordinasi lintas lembaga—Kementerian PU, BPJT, BUJT, Jasa Marga, serta Korlantas—Indonesia berhasil mengatasi tantangan logistik arus balik Lebaran 2026. Menteri PU menutup kunjungan lapangan dengan menekankan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan: “Perawatan harus terus dilakukan secara rutin. Jika ada kerusakan, harus segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.”

Kesimpulannya, kombinasi antara kebijakan lalu lintas yang adaptif, pemeliharaan infrastruktur yang konsisten, serta respons cepat dari pengelola tol telah memastikan bahwa arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi jutaan pemudik di seluruh Indonesia.

Leave a Comment