IPD – 04 April 2026 | Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam I/Mulawarman, menjadi sorotan nasional setelah gugur pada operasi perdamaian di Lebanon Selatan pada tanggal 3 April 2026. Kejadian tragis ini terjadi saat pasukan perdamaian Indonesia (PPI) menghadapi serangan Zionis Israel yang menewaskan sejumlah anggota, termasuk almarhum Farizal. Sebagai penghormatan tertinggi, negara memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadikannya Kopral Dua (Kopda) Anumerta serta hak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berita mengenai kedatangan jenazah Praka Farizal yang dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari yang sama menambah kepedihan keluarga. Jenazahnya diperkirakan tiba pada pagi harinya dan pemakaman dijadwalkan pada hari Ahad mendatang, sebagaimana dilaporkan oleh media MSN. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara militer, menandakan rasa hormat dan apresiasi negara terhadap pengorbanan sang prajurit.
Menurut pernyataan Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, seluruh rangkaian upacara akan dijalankan dengan prosedur militer penuh. “Ada beberapa kehormatan yang diberikan negara, pertama adalah kenaikan pangkat menjadi Kopral Dua. Beliau juga mendapatkan hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan serta beberapa hak santunan lainnya,” jelasnya.
Keluarga almarhum, yang terdiri dari istri dan satu anak laki-laki, memilih TMP Kulon Progo sebagai tempat peristirahatan terakhir. Keputusan tersebut didasari pertimbangan masa depan putra almarhum. “Pertimbangannya lebih ke anaknya. Agar ketika sudah besar, ia bisa bangga bahwa ayahnya adalah pahlawan bangsa yang telah memberikan jasanya bagi perdamaian dunia,” ujar Fitra Abdul Aziz, kakak ipar Praka Farizal.
Berikut rangkuman penghormatan yang diberikan kepada almarhum:
- Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua Anumerta.
- Hak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kulon Progo.
- Hak santunan negara sesuai Keputusan Presiden, termasuk tunjangan keluarga dan bantuan pendidikan.
- Upacara pemakaman militer lengkap dengan pengibaran bendera dan penghormatan senjata.
Praka Farizal bergabung dengan TNI pada tahun 2022 setelah menyelesaikan pendidikan menengah kejuruan di bidang teknik. Ia ditugaskan ke satuan Infanteri Mechanized dan kemudian dipilih untuk mengikuti misi perdamaian PPI di Lebanon. Selama penugasan, almarhum dikenal sebagai prajurit yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rekan-rekan serta warga setempat.
Kepergian Farizal menimbulkan duka mendalam tidak hanya di kalangan militer, tetapi juga di masyarakat luas. Banyak warga mengungkapkan rasa kehilangan melalui media sosial, menyoroti keberanian dan dedikasi para TNI yang bertugas jauh dari tanah air demi menjaga stabilitas regional.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melindungi keluarga korban. Hak santunan yang diberikan mencakup pensiun bagi istri, beasiswa pendidikan bagi anak, serta bantuan perumahan. Selain itu, pihak militer berjanji akan terus memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dengan pemakaman yang akan berlangsung di TMP Kulon Progo, almarhum Praka Farizal Rhomadhon akan dikenang sebagai pahlawan yang mengabdikan nyawa untuk perdamaian dunia. Semangat dan pengorbanannya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya bagi mereka yang bermimpi mengabdi di TNI.
Keberanian Praka Farizal menegaskan bahwa tugas menjaga perdamaian tidak mengenal batas geografis. Penghormatan tertinggi yang diberikan negara mencerminkan nilai luhur yang dipegang bangsa Indonesia, yaitu menghargai pengorbanan setiap prajurit demi keselamatan bersama.
