IPD – 16 April 2026 | Jakarta, Antara – Pada Rabu (16/04/2026) yang berusia 81 tahun, mantan pemain legendaris Persib Bandung, Max Timisela, menyampaikan doa tulusnya agar Maung Bandung kembali menjuarai Super League musim 2025/2026. Doa itu disampaikan secara pribadi ketika perwakilan Persib melakukan kunjungan ke rumahnya di Desa Ciptagumita, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Max Timisela, yang pernah mengisi posisi pemain tengah selama 17 tahun (1962-1979), merupakan bagian penting dalam sejarah Persib. Ia termasuk dalam klan Timisela yang menorehkan nama di sepak bola Indonesia, bersama saudara-saudaranya seperti Freddy Timisela (era 1950-an), Hengky Timisela, dan Pietje Timisela (era 1960-an). Selama masa aktifnya, Max menjadi sosok yang tak hanya menambah kualitas tim di lapangan, tetapi juga menularkan semangat juang kepada generasi penerus.
Setelah mengakhiri karier pemain, Max tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan sebagai pelatih dan kemudian beralih menjadi asisten pelatih Nandar Iskandar pada kompetisi Perserikatan 1986, yang berhasil mengantarkan Persib meraih gelar juara. Kiprahnya berlanjut ketika dipercaya mengelola Sekretariat Persib di Jalan Gurame No. 2, Bandung, serta mengurusi kepanitiaan pertandingan di awal era profesional Liga 1 Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Max menyampaikan, “Terima kasih, Persib selalu ingat dengan jasa-jasa para pemain dan pelatihnya, termasuk kepada saya. Saya doakan Persib bisa jadi juara lagi pada tahun ini.” Doa tersebut tidak sekadar harapan pribadi, melainkan sebuah seruan agar klub yang pernah dibelanya kembali berada di puncak kompetisi, khususnya mewujudkan “hattrick” juara yang sudah menjadi impian para suporter.
Persib saat ini berada di posisi terdepan klasemen sementara Super League dengan 64 poin, unggul empat poin atas Borneo FC dan sembilan poin dari Persija. Tim yang dipimpin oleh pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, memang tengah menunjukkan performa impresif. Bojan, yang mengantarkan Persib menjuarai Liga 1 Indonesia pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, menjadi sosok yang mendapat doa khusus dari Max. “Meski di rumah saja, saya tetap enjoy dan mengikuti perkembangan Persib,” ujar Max sambil menambahkan kebanggaannya terhadap kerja keras tim dan manajemen.
Kunjungan persib ke kediaman Max bukan sekadar acara silaturahmi biasa. Ini menjadi momentum untuk menghormati jasa-jasanya, mengingatkan kembali pada masa-masa kejayaan klub, serta menegaskan pentingnya kesinambungan nilai-nilai kebersamaan dalam sepak bola. Max menegaskan, “Saya selalu mengikuti perkembangan tim, walaupun tidak lagi terlibat aktif. Saya percaya persatuan dan kerja keras akan membawa Persib kembali ke puncak.”
Super League 2025/2026 masih menyisakan tujuh laga, namun persaingan semakin ketat. Persib harus mempertahankan konsistensi, mengatasi cedera pemain kunci, serta mengoptimalkan taktik Bojan Hodak yang menitikberatkan pada pressing tinggi dan transisi cepat. Jika semua faktor tersebut berpadu, harapan untuk mencapai hattrick juara tidak lagi sekadar mimpi.
Doa Max Timisela sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen Persib, mulai dari manajemen, pemain, hingga suporter, bahwa keberhasilan klub tidak lepas dari warisan nilai-nilai sportivitas yang telah ditanamkan sejak era 1960-an. Dengan dukungan moral dari legenda-legenda klub, Persib diharapkan dapat mengukir sejarah baru dan menambah satu lagi gelar juara dalam lemari trofi mereka.
Seiring berjalannya waktu, Max Timisela tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bercita‑cita menjejakkan kaki di lapangan hijau. Keberadaannya di Cikalong Wetan menjadi simbol keteguhan hati seorang legenda yang tak pernah lepas dari kecintaan terhadap Persib, meskipun kini hidup dalam ketenangan desa. Doa dan harapannya akan terus bergema, menambah semangat juang Maung Bandung untuk kembali menjadi kampiun Super League.
