IPD – 12 April 2026 | Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, kembali menjadi sorotan publik usai mengumumkan bahwa kiper muda Cyrus Margono tidak akan masuk skuad dalam laga melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Liga Super 2025/2026. Keputusan tersebut menuai spekulasi luas, terutama karena debut Cyrus berujung pada kekalahan 2-3 melawan Bhayangkara Presisi di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada 5 April 2026. Namun, Souza menegaskan bahwa faktor utama penetapan starting XI kali ini bukanlah hasil pertandingan sebelumnya, melainkan pertimbangan taktis, teknis, dan regulasi penggunaan pemain asing.
Dalam konferensi pers yang diadakan menjelang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026), Souza menegaskan bahwa penilaian atas seorang pemain tidak dapat didasarkan pada satu laga saja. “Saya harap Cyrus tidak dikritik hanya karena satu pertandingan. Dia memiliki potensi luar biasa dan masih dalam proses adaptasi,” ujar Souza. Ia menambahkan bahwa tim tetap melakukan latihan intensif setiap hari untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kesiapan fisik serta mental para pemain.
Berikut ini beberapa poin utama yang dijelaskan oleh Souza mengenai keputusan tidak menurunkan Cyrus:
- Komposisi pemain asing: Persija berencana menurunkan enam pemain asing dalam formasi yang akan dimainkan. Menurut regulasi liga, posisi kiper utama akan diisi oleh pemain asing yang dianggap paling siap, dalam hal ini Carlos Eduardo.
- Kesiapan taktis dan teknis: Souza menilai bahwa meskipun Cyrus telah menunjukkan beberapa penyelamatan penting, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan taktik tim, terutama dalam mengatur pertahanan dan mengatur distribusi bola.
- Strategi pertandingan melawan Persebaya: Menghadapi tim dengan serangan cepat seperti Persebaya, Souza memilih kiper dengan pengalaman lebih di level kompetisi tertinggi, yakni Carlos Eduardo, yang juga dapat berperan sebagai pemimpin di lini belakang.
Selain keputusan taktis, Souza juga menanggapi tekanan publik yang muncul setelah debut Cyrus. Sejumlah suporter dan media mengkritik keras performa sang kiper yang kebobolan tiga gol. “Kami selalu melatih setiap hari untuk memperbaiki kesalahan. Saya berharap publik tidak merundung Cyrus hanya karena satu laga,” tegas Souza, menambahkan bahwa dukungan moral sangat penting bagi pemain muda yang baru menapaki level tertinggi.
Dalam susunan pemain yang dirilis, Persija akan menurunkan Carlos Eduardo sebagai kiper utama, didampingi oleh Andritany Ardhiyasa sebagai cadangan. Kedua nama tersebut memiliki pengalaman lebih di liga Indonesia, sehingga diharapkan dapat memberikan stabilitas di bawah mistar gawang saat menghadapi Persebaya yang dikenal dengan serangan sayapnya yang tajam.
Persija Jakarta sendiri tengah berada dalam situasi yang menuntut konsistensi. Tim mencatat 73 kartu kuning dan delapan kartu merah selama musim ini, sehingga pelatih Mauricio Souza juga menekankan pentingnya disiplin pada laga berikutnya. “Kita harus bermain dengan 11 pemain dari awal sampai akhir. Kartu yang berlebihan dapat merugikan performa tim,” ungkapnya.
Secara statistik, Persija menempati posisi menengah klasemen dengan poin yang belum cukup untuk mengamankan tempat di papan atas. Kemenangan melawan Persebaya menjadi krusial untuk menambah kepercayaan diri dan memperkecil jarak dengan tim-tim papan atas. Dengan keputusan taktis ini, Souza berharap tim dapat menampilkan pertahanan yang lebih kokoh dan meminimalkan peluang lawan.
Kesimpulannya, keputusan Mauricio Souza untuk tidak menurunkan Cyrus Margono dalam laga melawan Persebaya bukanlah bentuk hukuman atas hasil debut yang kurang memuaskan, melainkan langkah strategis yang memperhitungkan komposisi pemain asing, kesiapan taktis, dan kebutuhan tim akan stabilitas di bawah mistar gawang. Souza tetap menaruh kepercayaan pada Cyrus, namun menekankan bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu. Persija kini menatap pertandingan melawan Persebaya dengan harapan dapat memperbaiki catatan disiplin dan mengumpulkan poin penting untuk melanjutkan kompetisi.
