IPD – 12 April 2026 | Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, kembali menggebrak dunia olahraga dengan aksi gowes ekstrem menempuh jarak 821 kilometer dari Surabaya ke Jakarta dalam tiga hari. Perjalanan yang dimulai pada Kamis, 9 April 2026, bukan sekadar tantangan fisik, melainkan wujud dukungan total terhadap tim kebanggaannya menjelang laga krusial melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Rombongan yang dipimpin Azrul terdiri atas sejumlah pesepeda jarak jauh, termasuk Ivo Ananda, John Boemihardjo, serta beberapa rider lain yang bergabung di tengah perjalanan, seperti William. Mereka menempuh rute yang melintasi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan akhirnya mencapai Ibukota. Etape pertama menembus kota Salatiga dengan jarak sekitar 300 kilometer, menguji stamina sekaligus menyiapkan mental untuk tantangan berikutnya.
- Hari I (9 April 2026): Surabaya → Salatiga ≈ 300 km
- Hari II (10 April 2026): Salatiga → Cirebon ≈ 260 km
- Hari III (11 April 2026): Cirebon → Jakarta (GBK) ≈ 261 km
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Cirebon, di mana beberapa pengendara tambahan bergabung, menambah semangat kebersamaan. Penambahan peserta tidak hanya memperkuat logistik, tetapi juga menegaskan nilai komunitas dalam dunia sepeda jarak jauh. Dari Cirebon, Azrul dan tim melaju ke arah Jakarta dengan target tiba pada Sabtu sore, menjelang pertandingan dimulai.
Sesampainya di kawasan Gelora Bung Karno, Azrul menutup perjalanan dengan aksi simbolis: mengayuh sepeda terakhir di depan gerbang stadion, menyatu dengan atmosfer stadion yang penuh sorak sorai. Momen ini menjadi bukti visual loyalitas seorang pemimpin klub yang bersedia menempuh rute 821 km hanya demi semangat pendukungnya. Tidak hanya menambah nilai estetika, aksi tersebut juga menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, dengan foto-foto dan video yang diunggah di akun Instagram @pemain.keduabelass.
Laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya yang dijadwalkan pada Minggu, 12 April 2026, diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling panas dalam kalender Liga 1. Rivalitas klasik antara kedua tim selalu memicu antusiasme publik, mengingat sejarah persaingan yang panjang. Pada kesempatan ini, Persija harus bermain tanpa dua pemain belakang pentingnya: Jordi Amat yang harus absen karena kartu merah, serta Thales Lira yang menepi akibat akumulasi kartu kuning. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pemain lain untuk tampil lebih menonjol.
Sementara itu, Persebaya menurunkan skuad penuh, memanfaatkan dukungan moral yang mengalir dari aksi Azrul. Para suporter yang hadir di stadion tampak terinspirasi oleh perjalanan sang presiden, menambah intensitas sorakan setiap kali Persebaya menguasai bola. Analisis awal menunjukkan bahwa faktor psikologis dapat berperan signifikan dalam meningkatkan performa tim di lapangan.
Gowes ultra ini tidak hanya menjadi ajang kebugaran, melainkan juga sarana promosi nilai sportivitas dan kebersamaan antar komunitas. Azrul menegaskan dalam wawancara singkat bahwa tujuan utama adalah “menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara klub, pemain, dan suporter, serta menginspirasi generasi muda untuk mengejar mimpi melalui sport dan disiplin diri”.
Keberhasilan menuntaskan rute 821 km dalam waktu tiga hari menempatkan Azrul Ananda pada daftar pengendara ultra yang patut diacungi jempol. Selain menambah nilai prestise pribadi, aksi ini memberi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap klub dapat diwujudkan lewat cara-cara kreatif yang melampaui batasan tradisional.
Secara keseluruhan, perjalanan Azrul Ananda menegaskan bahwa semangat sportivitas tidak mengenal jarak. Dari aspal jalan raya hingga gema sorak sorai di stadion GBK, satu benang merah menghubungkan semuanya: dedikasi tanpa batas untuk Persebaya Surabaya. Laga persaingan di GBK kini tidak hanya menjadi pertarungan taktik di lapangan, melainkan juga panggung bagi kisah inspiratif yang terus mengalir melalui tiap kayuhan sepeda.
