IPD – 15 April 2026 | Manchester United kembali menjadi sorotan publik setelah penampilan pemain gelandang tengah asal Uruguay, Manuel Ugarte, tidak memenuhi ekspektasi sejak kepindahannya dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar £50 juta. Meskipun memulai kariernya di Old Trafford dengan penampilan yang menjanjikan, performa Ugarte belakangan ini semakin dipertanyakan oleh media, pendukung, dan bahkan pelatih tim, Michael Carrick.
Ugarte, yang dijuluki “Uruguay’s midfield engine”, diharapkan menjadi pengganti utama di lini tengah setelah kepergian beberapa pemain veteran. Namun, setelah beberapa pertandingan, ia tampak kesulitan menyesuaikan diri dengan intensitas Liga Premier. Kritik paling tajam datang setelah laga melawan Leeds United pada 22 April 2024, di mana United kalah 2-1 di Old Trafford. Pada pertandingan itu, Carrick memutuskan menurunkan Ugarte selama 90 menit bersama Casemiro, sementara Mason Mount yang lebih berpengalaman diabaikan sebagai opsi pengganti. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama karena United harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Lisandro Martínez menerima kartu merah pada babak pertama.
Setelah laga tersebut, spekulasi mengenai masa depan Ugarte semakin menguat. Newcastle United dikabarkan menyiapkan tawaran untuk mendapatkan pemain berusia 26 tahun tersebut dengan gaji sekitar £120.000 per minggu. Menurut laporan internal, Newcastle melihat Ugarte sebagai sosok yang dapat menambah kedalaman skuad mereka di tengah musim, sekaligus memberikan solusi bagi gelandang tengah yang merasa kurang puas dengan peranannya di Old Trafford.
Di samping itu, rumor transfer lain muncul seputar rencana Manchester United untuk mengalokasikan dana dari penjualan Casemiro, yang diperkirakan akan meninggalkan klub pada akhir kontraknya. Manajer interim Michael Carrick menyatakan harapannya bahwa pemain muda seperti Kobbie Mainoo akan menandatangani kontrak jangka panjang, namun tak menutup kemungkinan bahwa Ugarte akan dipertukarkan dengan gelandang lain yang lebih cocok dengan taktik tim.
Beberapa analis menilai bahwa kegagalan Ugarte bukan semata-mata disebabkan oleh faktor individu, melainkan juga mencerminkan masalah struktural dalam lini tengah United. Sepanjang musim ini, United telah mengalami empat dari lima pertandingan di mana mereka bermain dengan sepuluh pemain atau bahkan lebih, menandakan masalah disiplin dan manajemen lapangan yang lebih luas. Selain itu, ketergantungan pada pemain senior seperti Casemiro dan tidak memanfaatkan kedalaman skuad seperti Mason Mount memperburuk situasi.
Di sisi lain, Michael Carrick secara terbuka membela Ugarte, menekankan bahwa adaptasi pemain muda di Liga Premier membutuhkan waktu. “Manuel memiliki potensi besar, namun ia harus belajar menyesuaikan diri dengan kecepatan dan fisik kompetisi ini,” ujar Carring dalam konferensi pers pasca pertandingan Leeds. Carrick menambahkan bahwa ia tetap percaya pada kualitas Ugarte dan berharap klub dapat menemukan solusi jangka panjang, baik melalui peningkatan performa internal maupun melalui pergerakan pasar transfer.
Newcastle United, yang berada di posisi menengah klasemen, melihat kesempatan untuk merekrut Ugarte sebagai bagian dari strategi memperkuat lini tengah menjelang fase akhir musim. Klub tersebut telah mengidentifikasi beberapa target lain, termasuk Elliot Anderson dan Adam Wharton, namun prioritas utama tampaknya tetap pada pemain dengan pengalaman internasional. Jika transfer ini terjadi, Ugarte diperkirakan akan menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Newcastle, menandakan ambisi klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Di tengah spekulasi tersebut, para pendukung Manchester United menuntut kejelasan. Beberapa forum online mengkritik keputusan Carrick yang terus menurunkan Ugarte meski performanya menurun, sementara sebagian lainnya menuntut manajemen klub untuk segera mengambil keputusan transfer. Tekanan ini semakin besar mengingat United masih berjuang menembus zona Liga Champions dan harus mengoptimalkan setiap posisi demi hasil yang lebih baik.
Secara keseluruhan, nasib Manuel Ugarte di Manchester United masih belum pasti. Dengan tekanan dari media, pelatih, dan suporter, serta minat serius dari Newcastle United, masa depan gelandang Uruguay ini berada pada persimpangan. Apakah United akan mempertahankannya dan memberikan kesempatan lebih atau mengirimnya ke klub lain untuk mendapatkan pengalaman yang lebih sesuai, menjadi pertanyaan utama menjelang akhir musim 2023/2024.
Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada performa tim dalam beberapa pertandingan mendatang serta hasil evaluasi internal klub. Bagi Ugarte, kesempatan untuk membuktikan dirinya baik di Old Trafford maupun di klub lain masih terbuka, asalkan ia dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik dan taktik yang tinggi di Premier League.
