Manu Fuster Bawa Las Palmas Gagal Menang di Ipurua, Namun Harapan Naik di Gran Canaria

IPD – 01 April 2026 | SD Eibar menorehkan kemenangan 3-1 atas UD Las Palmas pada pertandingan pekan ke-30 Segunda División yang berlangsung di Stadion Ipurua, menambah tekanan pada tim kuning yang kini berada di posisi ketujuh klasemen. Meskipun hasil ini menambah catatan kekalahan bagi Las Palmas, penampilan pemain tunggalnya, khususnya Manu Fuster, tetap menjadi sorotan utama.

Manu Fuster, yang kini menjadi pilar serangan UD Las Palmas, mencetak satu gol pada babak pertama, menyamakan kedudukan sementara. Gol tersebut menambah total tujuh gol yang ia cetak selama musim ini, menyamai rekor bersama Ale García. Lebih penting lagi, Fuster telah memberikan delapan assist, menjadikannya pemain dengan assist terbanyak di tim dan menempati urutan keempat dalam kategori tersebut di seluruh Segunda División.

Berikut statistik lengkap kontribusi Fuster hingga pertandingan melawan Eibar:

StatistikJumlah
Gol7
Assist8
Partisipasi gol (gol + assist)15
Persentase partisipasi gol tim36%
Pertandingan dimainkan32
Menit dimainkan5.412

Statistik tersebut menempatkan Fuster di peringkat kesembilan terbaik di liga untuk gabungan gol dan assist, selevel dengan Carlos Fernández dan Dubasin. Selain kontribusi ofensif, ia juga menjadi pemain dengan jumlah umpan paling banyak ke area lawan (843 umpan), menempati urutan kesembilan dalam catatan La Liga.

Kekalahan melawan Eibar menambah catatan buruk Las Palmas ketika mengenakan seragam alternatif biru. Sejak awal musim, tim Luis García belum pernah memenangkan pertandingan dengan jersey biru, termasuk kekalahan 3-1 di Ipurua dan hasil imbang 1-1 melawan Granada pada Oktober lalu. Superstisi menganggap hal tersebut sebagai “maldición del azul”, sebuah kutukan yang tampaknya menghambat performa tim ketika tidak memakai seragam utama kuning.

Namun, ada secercah harapan. Dalam dua pertandingan mendatang, Las Palmas akan kembali ke Estadio de Gran Canaria untuk menjemput Granada dan Huesca secara berurutan. Kedua laga ini menjadi peluang ganda bagi tim untuk mengumpulkan poin penting dan kembali ke jalur promosi. Granada datang dengan performa bagus, mengumpulkan sepuluh poin dari lima belas pertandingan terakhir, sementara Huesca berada di ambang zona relegasi dan sangat membutuhkan poin.

Pelatih Luis García menegaskan pentingnya memanfaatkan dukungan suporter di kandang. “Kami harus menunjukkan komitmen, terutama setelah insiden di hotel yang menimbulkan kekecewaan bagi para pendukung,” kata García dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Eibar. Ia menambahkan bahwa formasi akan tetap menitikberatkan pada peran Fuster di sisi kanan atau tengah serangan, mengingat kontribusinya yang konsisten.

Jika Las Palmas dapat mengamankan setidaknya dua kemenangan di kandang, mereka akan menutup jarak dengan zona promosi hanya tujuh poin, sekaligus menambah kepercayaan diri pemain menjelang sisa delapan pekan kompetisi. Kemenangan melawan Granada akan menjadi pembuka yang ideal, sementara pertandingan melawan Huesca dapat menjadi penentu akhir musim.

Secara keseluruhan, meski kekalahan di Ipurua menambah catatan pahit Las Palmas dengan jersey biru, performa individual Manu Fuster tetap menjadi aset utama tim. Dengan catatan gol dan assist yang impresif, serta kemampuan menciptakan peluang melalui umpan, ia menjadi faktor kunci dalam upaya tim menggapai kembali impian promosi ke La Liga pada akhir musim ini.

Leave a Comment