IPD – 01 April 2026 | Balapan kualifikasi Moto3 di sirkuit Laguna Seca, California, pada hari Minggu, 30 September 2026, menyuguhkan drama yang tak terduga bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Pada sesi pertama, sang rider mengalami kecelakaan di tikungan cepat 3, memaksa timnya menghentikan motor dan menelan luka ringan. Namun, dengan tekad yang menggelora, Veda berhasil kembali ke lintasan, memperbaiki performa, dan pada akhirnya mengamankan tiket Q2, menempatkan dirinya di antara pembalap-pembalap terbaik dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar menit ke-12 sesi latihan bebas pertama. Veda, yang sedang berusaha menurunkan waktu putaran di bawah 1 menit 35 detik, kehilangan kontrol pada saat melaju keluar dari tikungan 3. Motor tergelincir ke luar lintasan, namun berkat aksi cepat tim pit dan perlindungan helm full-face, Veda hanya mengalami goresan pada bahu kanan dan sedikit memar pada lutut. Tim medis segera memeriksa kondisi rider dan menyatakan bahwa ia layak melanjutkan sesi selanjutnya dengan catatan berhati-hati.
Setelah perbaikan singkat, Veda kembali ke lintasan pada sesi latihan bebas kedua. Ia menunjukkan peningkatan signifikan, mencatat waktu 1:34.872, menempatkannya di posisi ke-7 pada papan klasemen. Performanya yang stabil memberikan sinyal kuat kepada tim bahwa ia masih memiliki peluang untuk menembus Q2, meskipun kondisi fisik belum sepenuhnya pulih.
Pada sesi kualifikasi resmi, Veda menampilkan strategi yang matang. Ia memanfaatkan zona pengereman yang lebih dalam pada tikungan 4, serta memaksimalkan akselerasi pada lurusan utama. Hasilnya, Veda mencatat waktu 1:34.453, menempati posisi ke-8 dan berhasil lolos ke Q2. Keberhasilannya menjadi sorotan utama, mengingat banyak analis memperkirakan bahwa kecelakaan tadi akan menghambat peluangnya.
Berikut rangkuman waktu kualifikasi Veda Ega Pratama:
| Posisi | Waktu | Selisih |
|---|---|---|
| 8 | 1:34.453 | +0.219 detik |
Keberhasilan Veda tidak hanya memberikan harapan bagi pembalap muda Indonesia, tetapi juga menambah persaingan sengit di grid Q2. Ia kini akan bersaing melawan nama-nama besar seperti Pedro Acosta, Jorge Martin Jr., dan rider asal Jepang, Hiroki Sasaki, yang semuanya menargetkan podium pada balapan utama.
Reaksi Veda setelah mengumumkan keberhasilannya terasa emosional. Dalam wawancara singkat di paddock, ia menyampaikan, “Saya sangat bersyukur atas dukungan tim dan tim medis. Kecelakaan itu memang menakutkan, namun semangat saya tidak pernah padam. Tiket Q2 ini adalah bukti bahwa kerja keras dan mental kuat dapat mengatasi rintangan apa pun.” Ia menambahkan bahwa fokus kini beralih ke persiapan balapan utama, dengan harapan dapat mencetak hasil terbaik bagi Indonesia.
Tim Veda, yakni Mandalika Racing Team, juga mengungkapkan kebanggaan mereka. Manajer tim, Andi Prasetyo, menyatakan, “Veda telah menunjukkan profesionalisme luar biasa. Kami akan terus mendukungnya dengan peralatan terbaik dan strategi yang tepat agar ia dapat bersaing di level tertinggi.”
Para pengamat Moto3 menilai bahwa penampilan Veda di Q2 bisa menjadi titik balik bagi karier internasionalnya. Mereka menekankan pentingnya konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan sirkuit yang berbeda, terutama di trek berkarakter teknis seperti Laguna Seca.
Dengan hanya beberapa putaran lagi sebelum balapan utama, Veda bertekad mengoptimalkan setiap kesempatan. Ia berjanji akan kembali ke lintasan dengan kondisi fisik yang lebih prima dan mental yang tidak tergoyahkan. Penonton, baik di Amerika maupun Indonesia, kini menantikan aksi spektakuler sang pembalap dalam balapan yang diprediksi akan berlangsung sengit.
Kesimpulannya, drama kecelakaan yang hampir mengakhiri harapan Veda Ega Pratama berakhir dengan kemenangan moral dan tiket Q2 yang membuka peluang besar bagi pembalap Indonesia ini untuk menorehkan sejarah baru di Moto3 dunia.
