IPD – 01 April 2026 | Málaga, kota pesisir di selatan Spanyol, kini menjadi sorotan ganda. Di satu sisi, Malaga CF menyiapkan skuad lengkap berisi 25 pemain untuk menghadapi laga penting melawan Andorra dan pertandingan selanjutnya di A Coruña. Di sisi lain, bandara-bandara utama termasuk Málaga Airport mengalami gangguan akibat aksi mogok tak terbatas yang dipimpin serikat Groundforce, menambah tantangan bagi para pelancong yang berencana berlibur pada musim Paskah.
Pelatih Juanfran Funes telah mengumumkan daftar pemain yang dipanggil ke tim utama. Terdapat tiga kiper, yakni Alfonso Herrero, Carlos López, dan pendatang baru, penjaga gawang asal kota sendiri, Álex Mateos. Barisan pemain lapangan mencakup nama-nama veteran seperti Juanpe, Chupe, dan Murillo, serta talenta muda termasuk Aaron Ochoa dan Niño yang keduanya merupakan pemain internasional Under‑21. Daftar lengkap pemain yang akan turun meliputi: A. Herrero, Gabilondo, C. Puga, Darko, Ramón, Juanpe, Chupe, D. Larrubia, Joaquín, Carlos López, Víctor, Murillo, Jauregi, Dani Sánchez, Montero, Niño, Dani Lorenzo, Izan M., Lobete, Dorrio O., A. Mateos, Rafita, Aaron Ochoa, Recio, dan Rafa R.
Penambahan Aaron Ochoa dan Niño menjadi sorotan khusus karena keduanya dijadwalkan menjalani pertandingan internasional pada hari yang sama, melawan Irlandia dan Spanyol masing‑masing. Kehadiran mereka di skuad Málaga menunjukkan ambisi klub untuk mengoptimalkan kedalaman tim menjelang kompetisi domestik yang semakin ketat.
Sementara persiapan tim berlangsung, para wisatawan harus mempersiapkan diri menghadapi potensi penundaan dan antrian panjang di bandara. Aksi mogok Groundforce, yang melibatkan lebih dari 3.000 pekerja penanganan darat, berdampak pada sejumlah bandara utama di Spanyol, termasuk Málaga, Madrid‑Barajas, Barcelona‑El Prat, dan Palma de Mallorca. Serikat CC OO, UGT, serta USO menuntut peningkatan upah, sementara perusahaan operator bandara Aena mengeluarkan pernyataan bahwa aksi akan dilaksanakan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, dalam tiga slot waktu: 05.00‑07.00, 11.00‑17.00, dan 22.00‑00.00.
Berikut rangkuman jadwal aksi mogok yang diproyeksikan selama minggu pertama April:
- Senin, 30 Maret: 05.00‑07.00, 11.00‑17.00, 22.00‑00.00
- Rabu, 1 April: 05.00‑07.00, 11.00‑17.00, 22.00‑00.00
- Jumat, 3 April: 05.00‑07.00, 11.00‑17.00, 22.00‑00.00
Bandara Málaga diperkirakan akan mengalami keterlambatan terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore. Penumpang melaporkan antrian hingga 90 menit, dan beberapa mengaku harus melewatkan penerbangan karena proses check‑in yang melambat. Meskipun tidak ada pembatalan massal, layanan penanganan bagasi dan proses boarding menjadi lebih lambat dibandingkan biasanya.
Selain Groundforce, operator Menzies juga mengumumkan rencana aksi mogok dari 2 hingga 6 April, yang akan melibatkan lebih dari 5.000 staf di bandara Barcelona, Palma de Mallorca, Málaga, Alicante, serta pulau-pulau kanari seperti Gran Canaria dan Tenerife. Kedua aksi mogok ini secara bersamaan dapat memperpanjang durasi gangguan, terutama bagi wisatawan yang mengandalkan penerbangan langsung ke atau dari Málaga selama liburan Paskah.
Situasi ini memberi dampak signifikan pada sektor pariwisata Málaga yang biasanya mengalami lonjakan kunjungan pada musim semi. Hotel‑hotel, restoran, serta atraksi seperti Alcazaba dan Museo Picasso harus menyesuaikan diri dengan kemungkinan penurunan kedatangan tamu atau penyesuaian jadwal kunjungan. Bagi klub sepak bola, kondisi ini juga dapat mempengaruhi jumlah suporter yang datang menonton laga kandang, mengingat akses transportasi menjadi faktor penting bagi pendukung luar kota.
Namun, pihak klub tetap optimis. Dalam konferensi pers, pelatih Juanfran menegaskan bahwa tim akan tetap fokus pada performa di lapangan, terlepas dari situasi eksternal. “Kami menghargai dukungan fans, tetapi prioritas utama kami adalah persiapan taktis dan kebugaran pemain,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa klub terus memantau perkembangan situasi transportasi untuk memastikan tim dapat tiba tepat waktu di lokasi pertandingan.
Bagi pelancong yang berencana mengunjungi Málaga selama periode Paskah, disarankan untuk memeriksa status penerbangan secara berkala, mempertimbangkan opsi transportasi alternatif seperti kereta atau bus, serta menyiapkan waktu ekstra untuk proses check‑in dan pengambilan bagasi. Mengingat kemungkinan aksi mogok dapat berlanjut tanpa batas waktu, fleksibilitas menjadi kunci utama dalam merencanakan perjalanan.
Dengan kombinasi tantangan logistik dan antisipasi pertandingan sepakbola, Málaga berada di persimpangan penting. Bagaimana klub mengelola skuadnya dan bagaimana otoritas bandara menanggapi aksi mogok akan menjadi faktor penentu dalam menjaga reputasi kota sebagai destinasi olahraga dan pariwisata yang menarik.
