IPD – 20 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Legenda sepak bola Argentina, Lionel Messi, resmi menambah portofolio bisnisnya dengan mengakuisisi klub divisi kelima Spanyol, UE Cornella. Akuisisi ini menandai debut independen Messi dalam kepemilikan klub, setelah sebelumnya terlibat dalam proyek Deportivo LSM di Uruguay bersama Luis Suarez.
UE Cornella, yang berbasis di Katalonia, dikenal sebagai salah satu akademi pengembangan bakat muda paling produktif di wilayah tersebut. Sejumlah pemain yang pernah meniti karier di sana, termasuk Jordi Alba dan Gerard Martin, berhasil menembus panggung elit La Liga dan kompetisi internasional. Keberhasilan akademi ini menjadikan klub kecil namun berpengaruh dalam jaringan sepak bola Spanyol.
Keputusan Messi untuk membeli Cornella tidak muncul begitu saja. Selama masa aktifnya di Inter Miami dan komitmennya terhadap Timnas Argentina, Messi tetap menjaga mata pada pengembangan generasi muda. Dalam sebuah pernyataan tertulis, ia menekankan bahwa tujuan utama kepemilikannya adalah “menciptakan jalur yang lebih terstruktur bagi talenta muda untuk berkembang, sekaligus menerapkan filosofi bermain berbasis penguasaan bola yang ia pelajari sejak usia dini di Barcelona”.
Langkah ini juga memperkuat tren kepemilikan klub oleh mantan bintang Barcelona. Gerard Piqué, mantan bek pusat, pada 2018 membeli FC Andorra melalui perusahaan Kosmos dan berhasil membawa klub tersebut naik ke Segunda División dalam waktu singkat. Jordi Alba dan Thiago Alcantara, dua mantan rekan Messi di Barcelona, kini menjadi pemegang saham di klub Katalonia lain, CE L’Hospitalet, yang bersaing di divisi yang sama dengan Cornella. Keterlibatan mereka menunjukkan pola kolaboratif antar legenda untuk memperkuat ekosistem sepak bola lokal.
Strategi bisnis Messi terlihat meniru model yang pernah dicoba oleh Ronaldo Nazário di Real Valladolid. Ronaldo membeli mayoritas saham klub pada 2018 dengan harapan mengantarkannya ke Liga Champions dalam lima tahun. Meskipun hasilnya beragam, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya konsistensi dan perencanaan jangka panjang dalam kepemilikan klub. Messi tampaknya mengambil pelajaran tersebut dengan menekankan pembangunan infrastruktur, pelatihan, serta kemitraan dengan akademi sepak bola di seluruh dunia.
Secara finansial, akuisisi Cornella diperkirakan menelan biaya sekitar 12 juta euro, termasuk investasi dalam fasilitas latihan, stadion kecil, dan program akademi. Messi berencana menambah sponsor lokal serta memanfaatkan jaringan globalnya untuk menarik sponsor internasional. Dengan memanfaatkan popularitasnya, klub diharapkan meningkatkan pendapatan komersial, terutama melalui penjualan merchandise yang menampilkan nama dan nomor punggung Messi.
Komunitas lokal menyambut baik kepemilikan Messi. Warga Cornella mengungkapkan antusiasme mereka melalui media sosial, menilai bahwa kehadiran sang legenda dapat meningkatkan visibilitas klub serta membuka peluang kerja bagi para pemuda. Pemerintah daerah Katalonia juga menyatakan dukungan penuh, berjanji memberikan fasilitas publik tambahan untuk mendukung pertumbuhan klub.
Secara kompetitif, tantangan utama Cornella tetap berada di level divisi kelima. Namun, dengan investasi pada pelatih berpengalaman, peningkatan taktik, serta rekrutmen pemain muda berbakat, Messi berharap klub dapat meraih promosi ke divisi lebih tinggi dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Rencana jangka menengah mencakup pembangunan akademi berstandar UEFA serta penambahan tim cadangan untuk memperluas basis pemain.
Langkah ini menandai era baru bagi Messi, yang tidak lagi hanya dikenal sebagai pemain terhebat, tetapi juga sebagai pengusaha sepak bola yang visioner. Jika berhasil, model kepemilikan ini dapat menjadi contoh bagi pemain lain yang ingin mengalihkan pengaruh mereka di lapangan ke arena bisnis.
Secara keseluruhan, akuisisi UE Cornella oleh Lionel Messi membuka peluang baru bagi pengembangan sepak bola di tingkat akar rumput, sekaligus menegaskan komitmen sang legenda dalam memajukan permainan yang ia cintai.
