Kontroversi Legging Kembali Membara: Salmafina Sunan vs Sherel Thalib, Dampak pada Taqy Malik

IPD – 30 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – Perseteruan lama antara mantan pasangan selebritas Salmafina Sunan dan Taqy Malik kembali mencuat ke publik setelah istri Taqy, Sherel Thalib, menuding kembali isu legging sebagai pemicu perceraian mereka. Pernyataan Sherel yang diposting di platform media sosial Threads memicu gelombang reaksi keras dari Salmafina, ayahnya Sunan Kalijaga, serta netizen yang selama ini mengikuti dinamika keluarga ini.

Sejak resmi mengumumkan perceraian pada Oktober 2025, Salmafina Sunan (nama lengkap Salma Khairunnisa) dan Taqy Malik telah menjadi sorotan media karena dugaan bahwa sepasang celana legging yang dipakai Salma menjadi titik tolak perselisihan rumah tangga. Pada saat itu, spekulasi media menyoroti perbedaan gaya hidup, perubahan penampilan Salma yang tiba‑tiba berhijab, serta tudingan perselingkuhan yang belum terbukti. Kedua belah pihak memilih untuk menjaga privasi, meski rumor terus mengalir.

  • Oktober 2025: Salmafina Sunan dan Taqy Malik mengumumkan perceraian melalui pernyataan singkat di Instagram. Media menyoroti legging sebagai “pemicu” utama.
  • Desember 2025: Ayah Salmafina, pengacara senior Sunan Kalijaga, menegur Taqy agar tidak mengaitkan nama keluarganya lagi.
  • Maret 2026: Sherel Thalib menanggapi rumor legging di Threads, menyebutnya hoaks dan mengekspresikan rasa “risih” terhadap media yang mengangkat masa lalu suaminya.

Balasan Salmafina tidak tertunda. Ia mengunggah video berdurasi satu menit di akun Instagramnya, menantang Sherel untuk bertemu langsung dan menyatakan bahwa isu legging hanyalah satu dari sekian masalah yang telah lama terpendam. Dalam video tersebut, Salmafina menambahkan, “Jika saya bicara dulu, apakah kalian akan percaya pada seorang Salma yang dulu tidak berhijab, tiba‑tiba berhijab, dan kemudian diceraikan oleh suami yang katanya masyaallah?” Pernyataan ini menambah ketegangan, sekaligus memicu perdebatan etika penggunaan media sosial dalam mengangkat isu pribadi.

Ayah Salmafina, Sunan Kalijaga, yang dikenal sebagai pengacara terkemuka dan sosok yang jarang tampil di layar publik, turun tangan lagi. Ia menulis sebuah status singkat yang menegaskan pentingnya menghormati proses hukum dan privasi keluarga, sekaligus memperingatkan publik agar tidak mudah terjebak dalam “hoax media”. Kalijaga juga menyinggung perlunya mengedepankan nilai‑nilai kejujuran dalam pemberitaan, mengingat dampak psikologis yang ditimbulkan pada semua pihak yang terlibat.

Reaksi netizen terbagi. Sebagian besar mengkritik Sherel karena dianggap memperburuk luka lama, sementara yang lain menilai bahwa ia berhak mengklarifikasi informasi yang dianggapnya tidak akurat. Di sisi lain, pendukung Salmafina menyoroti konsistensinya dalam menolak penyebaran rumor, bahkan menyebut bahwa ia telah mengalami tekanan mental yang signifikan selama proses perceraian.

Para pengamat media sosial menilai kasus ini sebagai contoh klasik “viral loop” di mana sebuah pernyataan pribadi dapat dengan cepat menjadi bahan perbincangan massal, terutama bila melibatkan figur publik dan isu sensitif seperti keagamaan, pakaian, serta nilai moral keluarga. Mereka menekankan bahwa platform seperti Threads, yang masih relatif baru di Indonesia, menjadi arena baru bagi pertikaian pribadi yang dapat meluas tanpa verifikasi fakta yang memadai.

Secara hukum, tidak ada laporan resmi mengenai tindakan hukum yang diambil oleh salah satu pihak terhadap yang lain. Namun, pihak keluarga Sunan Kalijaga menyatakan siap menempuh jalur hukum bila diperlukan, terutama bila terdapat penyebaran konten yang melanggar hak privasi atau mencemarkan nama baik.

Dalam beberapa hari ke depan, publik akan menantikan apakah kedua belah pihak akan memilih dialog terbuka atau melanjutkan pertempuran di dunia maya. Sementara itu, media terus memantau perkembangan, mengingat dampak kasus ini tidak hanya pada kehidupan pribadi para tokoh, tetapi juga pada persepsi publik mengenai batasan antara kehidupan pribadi selebritas dan hak publik untuk mengetahui.

Kesimpulannya, kontroversi legging yang dulu menjadi sorotan utama kini telah berevolusi menjadi pertarungan narasi antara Salmafina Sunan, Sherel Thalib, dan keluarga Kalijaga. Perseteruan ini menegaskan pentingnya etika jurnalistik, tanggung jawab media sosial, serta sensitivitas dalam mengangkat isu pribadi yang dapat memengaruhi reputasi dan kesejahteraan mental para pelaku.

Leave a Comment