IPD – 26 Mei 2026 | Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat ekosistem pertanian nasional melalui program Perintis Berdaya. Penguatan ini dilakukan dengan menggandeng produsen multinasional Bayer Indonesia untuk memperkuat ekosistem pertanian nasional. Langkah ini ditandai dengan penjajakan kolaborasi strategis antara program unggulan pemerintah, Perintis Berdaya, dengan inisiatif Better Life Farming (BLF) milik Bayer.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa penguatan petani di lapangan dapat diperkuat dengan langkah-langkah kolaboratif dan ekosistem yang lengkap. Upaya ini dimulai dengan kunjungan Kemenko PM dan dialog multipihak di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur.
Sinergi berskala nasional ini diawali dengan penjajakan kolaborasi strategis antara program unggulan pemerintah, Perintis Berdaya, dengan inisiatif Better Life Farming (BLF) milik Bayer. Kerja sama ini bertujuan memadukan keahlian teknologi pertanian inovatif, akses permodalan formal, dan kepastian pasar dari sektor swasta dengan fungsi koordinasi makro serta inkubasi kewirausahaan sosial dari pemerintah.
Leontinus menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Pihaknya menggandeng produsen multinasional Bayer Indonesia untuk memperkuat ekosistem pertanian nasional. Langkah ini ditandai dengan penjajakan kolaborasi strategis antara program unggulan pemerintah, Perintis Berdaya, dengan inisiatif Better Life Farming (BLF) milik Bayer.
Sementara itu, di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, terjadi kasus penembakan tragis menggunakan senapan angin yang menewaskan seorang mahasiswa. Mario Marselino Kurra, seorang mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris Sumba (Unmaris), tewas setelah tertembak senapan angin di dada sebelah kanannya. Peristiwa mematikan ini terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 Wita di kediaman korban di Gokat, Sumba Barat Daya.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K Sanam, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika pelaku, ABK, mendatangi kios milik keluarga korban untuk membeli rokok. Saat itu, pelaku dilayani oleh adik korban. Setelah keluar dari kios, pelaku ditegur oleh korban, Mario Marselino Kurra.
Dalam interaksi tersebut, korban sempat mengeluarkan kalimat candaan atau kelakar kepada pelaku yang saat itu membawa senjata. Pelaku pun langsung mengokang senapan angin miliknya dan melepaskan tembakan sebanyak satu kali mengenai dada kanan korban hingga mengakibatkan korban jatuh ke tanah.
Kesimpulan, Kemenko PM memperkuat ekosistem pertanian nasional melalui program Perintis Berdaya dengan menggandeng produsen multinasional Bayer Indonesia. Sementara itu, di Sumba Barat Daya, terjadi kasus penembakan tragis menggunakan senapan angin yang menewaskan seorang mahasiswa.
