IPD – 04 April 2026 | Jerman kembali menjadi sorotan dunia sepak bola usai munculnya rumor bahwa mantan pelatih nasional Jerman, Joachim Low, akan mengambil alih kepemimpinan timnas Ghana menjelang Piala Dunia 2026. Isu tersebut beredar luas di media Ghana setelah federasi sepak bola negara tersebut memecat Otto Addo, pelatih yang sebelumnya memimpin Black Stars dalam dua tahun terakhir. Pemecatan itu terjadi usai serangkaian kekalahan di laga persahabatan, termasuk kekalahan 5-1 melawan Austria, yang menurunkan peringkat Ghana ke posisi 74 dunia.
Ghana, yang berada di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama, menghadapi tantangan berat pada fase grup. Jadwal pembuka mereka melawan Panama pada 18 Juni, diikuti oleh pertemuan melawan tim asuhan Thomas Tuchel, Inggris, pada 23 Juni. Dalam konteks ini, spekulasi tentang kehadiran pelatih berpengalaman seperti Low menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar dan analis.
Menurut laporan media lokal, pihak Ghana dikabarkan telah melakukan negosiasi intensif selama 24 jam terakhir dengan perwakilan Low. Gaji yang dibahas mencapai €150.000 per bulan, menandakan niat serius untuk mengamankan kepelatihan jangka pendek hingga akhir turnamen. Namun, Low secara tegas menolak spekulasi tersebut dalam wawancara dengan Sky Sports Jerman, menyatakan, “Tidak ada pihak dari Ghana yang secara resmi menghubungi saya.” Pernyataan itu mempertegas bahwa hingga kini tidak ada kesepakatan resmi antara Low dan Federasi Sepak Bola Ghana (GFA).
Low, yang memimpin timnas Jerman selama 15 tahun (2006-2021) dan meraih kejayaan dengan menjuarai Piala Dunia 2014 serta meraih perempat final pada beberapa turnamen lainnya, memang pernah menyatakan ketertarikannya untuk kembali berlatih. Dalam sebuah wawancara dengan Kicker pada tahun sebelumnya, ia mengaku menerima “beberapa tawaran” dan menambahkan, “Saya tidak tertutup untuk peluang yang memberi kesan baik, terutama dalam kompetisi internasional.” Low juga mengakui bahwa ia seharusnya mundur lebih awal setelah Piala Dunia 2018 untuk memberi ruang pada generasi baru.
Di sisi lain, GFA telah mengumumkan pemecatan Otto Addo dengan pernyataan resmi yang mengucapkan terima kasih atas kontribusinya. Federasi tersebut belum mengungkapkan nama pengganti secara publik, meski dipastikan mereka mengincar sosok berpengalaman yang dapat menstabilkan performa tim menjelang turnamen terbesar dunia. Jika Low menolak, kemungkinan besar GFA akan menargetkan pelatih lain yang memiliki rekam jejak di level internasional, mengingat grup yang menantang menuntut taktik yang matang.
Berbagai analis sepak bola menilai bahwa kehadiran Low, bila terjadi, akan membawa perubahan signifikan pada taktik dan mentalitas tim. Low dikenal dengan pendekatan menekankan kontrol bola, transisi cepat, dan disiplin defensif. Namun, tantangan adaptasi dengan kultur sepak bola Afrika Barat serta keterbatasan waktu persiapan menjadi faktor yang tak dapat diabaikan. Sementara itu, spektrum alternatif seperti pelatih asal Eropa lain atau mantan pemain Ghana yang berpengalaman juga menjadi opsi yang dipertimbangkan.
Apapun keputusan final, Black Stars harus segera menyiapkan strategi untuk menghadapi lawan-lawan kuat di grup mereka. Statistik menunjukkan bahwa tim-tim grup L memiliki rata-rata peringkat FIFA di atas 50, dengan Inggris menempati posisi teratas. Oleh karena itu, persiapan taktis, kebugaran fisik, dan motivasi mental menjadi kunci utama bagi Ghana untuk dapat bersaing di panggung dunia.
Dalam beberapa minggu mendatang, para pengamat akan terus memantau perkembangan kepelatihan Ghana. Jika Low tetap menolak, sorotan akan beralih ke kandidat lain yang siap menanggung beban menuntun Black Stars melewati fase grup yang menantang. Sementara itu, para pemain Ghana diharapkan tetap fokus pada sesi latihan dan pertandingan persahabatan yang akan menjadi batu loncatan menuju Piala Dunia 2026.
