IPD – 15 April 2026 | Javokhir Sindarov, pemuda berusia 20 tahun asal Uzbekistan, menorehkan sejarah baru dalam ajang Candidates Tournament dengan mengukir enam kemenangan—rekor tertinggi sejak turnamen mengadopsi format double round-robin pada tahun 2013. Prestasi gemilang tersebut mengamankan haknya untuk menantang juara bertahan, Gukesh Dommaraju, dalam World Chess Championship yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun 2026.
Masuk ke turnamen dengan peringkat keempat dari delapan peserta, Sindarov tampil sebagai underdog yang menaklukkan lawan-lawan kuat, termasuk Anish Giri, yang ia kalahkan lewat seri di babak semi final di Siprus. Dengan total poin 9,5 dari 14 ronde, ia mengakhiri turnamen tanpa satu kekalahan pun, menegaskan konsistensinya di papan catur internasional.
Rekor kemenangan enam kali tersebut menandai pencapaian luar biasa, mengingat kompetisi sebelumnya belum pernah menyaksikan performa serupa. Berikut rangkuman statistik utama Sindarov di Candidates 2026:
- Total ronde: 14
- Kemenangan: 6 (rekor sejak 2013)
- Seri: 3
- Kekalahan: 0
- Poin akhir: 9,5
Keberhasilan Sindarov membuka peluang bagi Uzbekistan untuk kembali mengukir gelar dunia, setelah Rustam Kasimdzhanov memetik kemenangan pada 2004. Negara ini kini dianggap sebagai kekuatan baru dalam dunia catur, terbukti dari emas yang diraih di Olimpiade Catur 2022 serta keberadaan pemain papan atas lainnya seperti Nodirbek Abdusattorov, peraih World Rapid Championship 2021.
Sementara itu, Gukesh Dommaraju, yang saat ini berada di posisi kedua, mengumumkan strategi persiapan yang lebih santai menjelang pertandingan final. Dalam sebuah unggahan Instagram, ia menyatakan bahwa timnya memilih untuk mengurangi intensitas kompetisi guna fokus pada latihan intensif di rumah, dengan tujuan mencapai kondisi puncak pada saat pertarungan dunia.
Persiapan Gukesh juga meliputi partisipasi di Norway Chess pada Mei mendatang, sebuah turnamen yang akan menampilkan Magnus Carlsen—mantan juara dunia yang memutuskan tidak memperpanjang gelar pada 2023 karena alasan motivasi.
Anish Giri, yang berada di papan peringkat teratas, menilai Sindarov sebagai pemain yang kini tampil lebih cepat dan lebih siap dibandingkan Gukesh. Menurut Giri, kecepatan dan persiapan mental Sindarov menjadi faktor kunci yang dapat mengubah dinamika pertarungan di papan akhir.
Di sisi lain, Vincent Keymer, pemain muda asal Jerman yang menempati peringkat tertinggi di negaranya, memberikan komentar bahwa kemenangan Sindarov di Candidates juga dipengaruhi oleh “sedikit keberuntungan” pada momen-momen krusial. Keymer menyoroti keputusan kritis dalam beberapa pertandingan yang menguntungkan Sindarov, meski tetap mengakui kualitas permainan sang juara baru.
Spekulasi di kalangan penggemar tidak hanya terbatas pada papan catur. Sebuah rumor muncul mengenai hubungan asmara antara Sindarov dan Bibisara Assaubayeva, bintang catur wanita Uzbekistan. Kedua pemain sempat saling berbagi foto di media sosial, memicu perbincangan hangat di antara komunitas catur. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, rumor tersebut menambah warna tersendiri pada sorotan publik.
World Chess Championship 2026 akan diselenggarakan dalam format best-of-14, namun tanggal pasti serta lokasi masih dalam proses finalisasi oleh FIDE. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi salah satu kontes paling sengit dalam sejarah catur modern, mengingat keduanya berada dalam puncak performa dan memiliki gaya bermain yang kontras—Sindarov dengan agresivitas dan kecepatan, sementara Gukesh mengandalkan ketelitian dan persiapan matang.
Jika Sindarov berhasil mengangkat trofi dunia, ia tidak hanya menambah kebanggaan bagi Uzbekistan, tetapi juga membuka era baru bagi generasi muda di Asia Tengah. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu peningkatan investasi dalam program pengembangan catur di tingkat nasional, serta memperluas basis penggemar catur di seluruh dunia.
Dengan semua faktor yang beredar—rekor prestasi, komentar dari grandmaster ternama, dan bahkan rumor pribadi—pertarungan antara Javokhir Sindarov dan Gukesh Dommaraju menjanjikan drama yang tak hanya mengandalkan skill di papan, tetapi juga mengangkat cerita manusia di baliknya. Dunia catur menantikan babak final yang akan menuliskan sejarah baru dalam katalog kejuaraan dunia.
