Ismael Saibari Siap Tinggalkan PSV dengan Harga Transfer Minimal €60 Juta: Apa Artinya Bagi Eindhoven dan Liga Premier?

IPD – 09 April 2026 | Gelandang serang berbakat asal Maroko, Ismael Saibari, dipastikan akan meninggalkan PSV Eindhoven pada jendela transfer musim panas mendatang dengan nilai minimal €60 juta, menurut pernyataan pelatih Peter Bosz. Kepastian ini menambah tekanan pada klub Eredivisie yang baru saja meraih tiga gelar juara beruntun, sekaligus membuka peluang besar bagi klub-klub Liga Premier yang tengah mencari pemain kreatif dengan profil internasional.

Saibari, yang lahir di Terrassa, Spanyol, dan menghabiskan masa kecilnya di Belgia, memulai karier profesionalnya di PSV pada musim panas 2020 setelah menamatkan masa mudanya di akademi KRC Genk. Debut pertamanya untuk tim utama terjadi pada 1 November 2020, namun pada awalnya ia lebih banyak tampil bersama Jong PSV di Keuken Kampioen Divisie. Seiring berjalannya waktu, Saibari berhasil menembus skuad utama secara rutin pada musim 2022/23 dan kini menjadi salah satu pemain kunci dalam sistem permainan Bosz.

Statistik pribadi Saibari dalam tiga musim terakhir menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada musim 2023/24 ia mencatat 5 gol dan 4 assist, sementara pada musim 2024/25 angka tersebut melonjak menjadi 11 gol dan 11 assist. Musim 2025/26, yang tengah berlangsung, Saibari sudah menorehkan 14 gol dan 8 assist dalam 27 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak PSV pada periode tersebut. Peningkatan produktivitas ini tidak lepas dari peranannya yang semakin vital di lini serang, terutama dalam pergerakan antar lini tengah dan depan.

Selain prestasi di level klub, Saibari juga menonjol di kancah internasional. Pemain berusia 25 tahun ini menjadi bagian penting skuad nasional Maroko di Piala Afrika 2025/26, di mana ia tampil di setiap laga dan mencetak gol krusial pada perempat final melawan Kamerun (2-0). Maroko berhasil mencapai final, namun harus menelan kekalahan tipis 1-0 dari Senegal. Penampilan impresif Saibari di turnamen tersebut meningkatkan nilai pasar dirinya, yang saat ini tercatat sekitar €32 juta menurut Transfermarkt, namun diproyeksikan akan meroket menjelang Piala Dunia 2026.

Menurut Bosz, nilai transfer minimal €60 juta mencerminkan kualitas dan potensi Saibari yang dapat bersaing di level tertinggi sepakbola Eropa. “Dia memiliki teknik, visi permainan, serta kemampuan mencetak gol yang cocok untuk Liga Premier. Jika ada klub yang siap membayar harga tersebut, kami tidak akan menolak,” ujar Bosz dalam konferensi pers terakhir. Pernyataan ini menegaskan ambisi PSV untuk mengoptimalkan nilai jual pemain bintang mereka, sekaligus menyiapkan dana untuk reinvestasi pada pemain muda lainnya.

Jika transfer ini terwujud, dampaknya akan dirasakan oleh dua pihak. Bagi PSV, kehilangan gelandang kreatif akan mengurangi kedalaman skuad, terutama menjelang kompetisi Eropa. Namun, dana €60 juta dapat memperkuat lini pertahanan atau menambah opsi penyerang baru. Bagi klub Liga Premier, kedatangan Saibari dapat menjadi solusi bagi tim yang membutuhkan kreativitas di tengah lapangan serta menambah dimensi internasional pada skuad mereka.

Berikut ringkasan statistik Saibari selama tiga musim terakhir bersama PSV:

MusimGolAssistPertandingan
2023/245428
2024/25111134
2025/26 (sampai 29 putaran)14827

Dengan lima pertandingan tersisa dalam musim ini, Saibari masih berpeluang menambah angka gol dan assist, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi nilai negosiasi akhir. Pengamat sepakbola menilai bahwa jika Saibari mampu mencetak setidaknya 20 gol dalam total musim ini, nilai pasar dirinya dapat melampaui €70 juta, menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah PSV.

Kesimpulannya, kepastian kepindahan Ismael Saibari dengan nilai transfer minimal €60 juta menandai babak baru bagi kariernya dan sekaligus menantang PSV untuk menyeimbangkan antara ambisi kompetitif dan kebutuhan finansial. Bagi Liga Premier, kedatangan pemain berkarakter internasional ini dapat menjadi katalisator bagi tim-tim yang tengah berusaha memperkuat lini serang mereka menjelang kompetisi domestik dan Eropa yang semakin kompetitif.

Leave a Comment