IHSG Sesi 1 Turun 0,38% ke 7.070, Lima Saham LQ45 Merosot Tajam: BREN, ADMR, BRPT dan Lainnya

IPD – 02 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan Kamis, 2 April 2024, menurun sebesar 0,38 persen dan menutup pada level 7.070 poin. Penurunan ini menandai pergerakan pasar yang cenderung hati-hati di tengah dinamika ekonomi global, termasuk ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat dan fluktuasi harga komoditas. Meskipun penurunan tidak sebesar sesi sebelumnya, investor tetap memperhatikan tekanan jual pada saham-saham unggulan LQ45.

Penurunan IHSG dipicu oleh beberapa faktor kunci. Data inflasi di wilayah Eurozone yang lebih tinggi dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, sementara pasar energi menunjukkan volatilitas akibat perubahan produksi OPEC+. Di dalam negeri, data penjualan ritel bulan Maret menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat, menambah keraguan atas daya beli konsumen. Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini mendorong para pedagang untuk mengurangi eksposur pada saham-saham berisiko.

Di antara saham-saham LQ45, lima emiten mencatat penurunan paling signifikan dalam sesi tersebut. BREN (Bri Etika), ADMR (Adaro Minerals), dan BRPT (Barito Pacific) berada di urutan teratas, masing-masing turun lebih dari 5 persen. Kedua saham tambahan, BSDE (Bumi Serpong Damai) dan EXCL (Exco Resources), juga mengalami penurunan tajam, menyoroti tekanan sektor properti dan pertambangan. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga dan permintaan global.

Berikut adalah ringkasan lima saham paling merosot pada sesi pertama:

SahamPenurunan (%)Keterangan
BREN-5,8Penurunan profitabilitas akibat tekanan margin kredit
ADMR-5,4Harga batu bara global melemah, memengaruhi pendapatan
BRPT-5,1Ekspektasi penurunan laba dari unit energi terbarukan
BSDE-4,7Ketidakpastian regulasi properti mengurangi sentimen beli
EXCL-4,5Fluktuasi harga komoditas logam memengaruhi margin

Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG berada di bawah level support penting pada 7.100 poin. Jika tekanan jual berlanjut, indeks dapat menguji level 7.000 poin. Sebaliknya, dukungan kuat dari sektor keuangan dan konsumer dapat membantu memulihkan momentum positif. Investor disarankan untuk memperhatikan data ekonomi mendatang, terutama indeks manufaktur dan perdagangan luar negeri, yang dapat memberikan sinyal arah pasar selanjutnya.

Secara keseluruhan, sesi pertama Kamis mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian. Meskipun IHSG tidak mengalami penurunan tajam seperti hari sebelumnya, volatilitas tetap tinggi dan likuiditas dapat berubah secara cepat. Para pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati, menyesuaikan portofolio dengan diversifikasi sektor, dan memantau perkembangan kebijakan moneter global serta data fundamental ekonomi domestik.

Leave a Comment