IPD – 26 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami fluktuasi pada Selasa pagi, dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.201,80. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38.
IHSG juga mengalami penguatan signifikan pada 4-8 Desember 2023, dengan laju IHSG melonjak 1,42 menjadi 7.159,59 dari pekan lalu di posisi 7.059,19. Analis menilai, penguatan IHSG sepekan dipengaruhi pergerakan bursa saham global.
Di tengah kebijakan ekspor satu pintu komoditas Sumber Daya Alam (SDA) yang diterapkan oleh pemerintah, IHSG berpotensi bergerak variatif. Kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor SDA dan mengurangi perbedaan data perdagangan Indonesia dengan negara mitra.
IHSG juga menguat ikuti bursa Asia seiring harapan perdamaian AS-Iran. Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Harapan pembukaan Selat Hormuz mendorong penguatan bursa Asia dan IHSG. IHSG ditutup menguat 44,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.206,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,77 poin atau 1,74 persen ke posisi 631,21.
Kesimpulan, IHSG mengalami fluktuasi di tengah kebijakan ekspor dan perdamaian AS-Iran. IHSG berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan ekspor satu pintu komoditas SDA. Harapan perdamaian AS-Iran juga mendorong penguatan bursa Asia dan IHSG.
