IPD – 21 April 2026 | Harry Styles terus menjadi sorotan publik, tidak hanya karena prestasi musiknya yang mendunia, tetapi juga karena jejak kepemilikan properti yang mengukir status selebriti kelas atas. Dari rumah klasik di kawasan hijau Hampstead, London, hingga penthouse bergengsi di Manhattan, koleksi real estat sang mantan One Direction ini mencerminkan gaya hidup mewah yang tetap mengedepankan privasi.
Di London, Harry Styles pertama kali membeli sebuah rumah berharga sekitar 4,8 juta dolar AS (sekitar Rp74 miliar). Properti tersebut menonjolkan arsitektur klasik Inggris, lengkap dengan empat kamar tidur, taman belakang luas, serta ruang keluarga yang dirancang untuk kenyamanan keluarga kecil. Lokasinya berada di kawasan hijau yang memberikan rasa aman dan jauh dari hiruk‑pikuk pusat kota.
Seiring berjalannya waktu, sang artis memperluas kepemilikannya di wilayah yang sama. Ia menambah beberapa rumah berdekatan di Hampstead, sehingga membentuk sebuah kompleks privat yang disebut “compound”. Nilai total gabungan properti di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari 16 juta dolar AS (sekitar Rp248 miliar). Konsep compound memungkinkan Harry Styles menggabungkan beberapa bangunan menjadi satu area hunian eksklusif dengan taman pribadi, galeri seni, ruang hiburan, serta sistem keamanan tingkat tinggi. Model ini semakin populer di kalangan selebritas internasional yang menginginkan ruang pribadi jauh dari sorotan media.
Di Amerika Serikat, Harry Styles memiliki penthouse mewah di New York City yang dinilai sekitar 8,7 juta dolar AS (sekitar Rp135 miliar). Unit tersebut terletak di gedung ikonik dengan pemandangan skyline Manhattan, dilengkapi dengan interior modern, dapur gourmet, dan teras yang menghadap Central Park. Investasi properti di dua benua ini tidak hanya menjadi aset finansial, tetapi juga memperkuat citra Harry Styles sebagai figur global yang menyeimbangkan karier musik dengan kepemilikan aset strategis.
Pada 19 April 2026, Harry Styles kembali menjadi perbincangan publik, kali ini karena insiden yang terjadi di Paris. Azizah Salsha, seorang selebgram dan mantan istri pesepakbola Pratama Arhan, secara tidak sengaja bertemu Harry Styles saat mencari tempat makan. Dalam sebuah unggahan Instagram Story, Azizah menceritakan bagaimana ia sempat panik namun akhirnya memberanikan diri untuk mendekati sang artis dan meminta foto bersama. Harry Styles menolak permintaan tersebut dengan cara yang sopan, menjawab “nice to meet you” sebelum melanjutkan berjalan. Momen singkat itu kemudian viral di platform media sosial seperti Threads dan X, menimbulkan perdebatan tentang etika interaksi antara selebritas dan penggemar.
Insiden ini menegaskan kembali sikap Harry Styles yang konsisten menjaga privasi sekaligus tetap ramah. Meskipun menolak foto, ia tetap menyapa Azizah dengan kata-kata hangat, menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kewajiban publik. Reaksi netizen terbagi; sebagian mengapresiasi sikapnya yang tegas, sementara yang lain menilai penolakan tersebut sebagai kehilangan kesempatan berinteraksi dengan idolanya.
Sementara itu, karier musik Harry Styles terus meroket. Album terbarunya yang dirilis pada awal 2026 mencetak rekor streaming, dan tur dunia 2026 telah dijadwalkan meliputi kota-kota utama di Eropa, Amerika, dan Asia. Keberhasilan album baru tersebut menambah nilai jual properti yang dimilikinya, mengingat banyak investor melihat hubungan antara popularitas artis dan nilai aset real estat yang dimilikinya.
Kesimpulannya, Harry Styles bukan hanya ikon musik pop internasional, tetapi juga seorang investor properti yang cerdas. Dari rumah klasik di London hingga penthouse di New York, setiap properti mencerminkan strategi jangka panjang untuk mempertahankan privasi dan meningkatkan nilai aset. Di sisi lain, insiden penolakan foto di Paris menegaskan bahwa artis kelas dunia tetap harus mengatur batasan antara kehidupan publik dan pribadi. Kombinasi antara keberhasilan musik, investasi properti, dan sikap pribadi yang terukur membuat Harry Styles tetap menjadi figur yang menarik untuk diikuti dalam berbagai bidang.
