IPD – 30 Maret 2026 | Jakarta, 29 Maret 2026 – Aktor muda berbakat Beby Tsabina resmi diumumkan memerankan tokoh pahlawan nasional perempuan asal Sulawesi Selatan, Emmy Saelan, dalam film berjudul Emmy yang diproduksi oleh Denny Siregar Production. Film yang disutradarai oleh Emil Heradi ini akan memulai proses syuting dalam minggu-minggu mendatang, menandai proyek layar lebar keenam rumah produksi tersebut.
Emmy Saelan adalah sosok perawat yang terlibat aktif dalam pertempuran kemerdekaan pada tahun 1947, khususnya di wilayah Makassar. Dikenal karena keberaniannya melangkah ke garis depan medan perang, ia menjadi simbol kekuatan wanita Indonesia yang menggabungkan empati medis dengan semangat juang. Cerita film Emmy menelusuri perjalanan hidup sang perawat, menyoroti pilihan-pilihan berat yang harus dihadapi di tengah tekanan kolonial Belanda meski kemerdekaan sudah diproklamasikan.
Untuk menghidupkan karakter tersebut, Beby menjalani proses casting yang ketat dan kemudian mengikuti serangkaian workshop khusus. Ia diberi penjelasan terperinci mengenai latar belakang Emmy, termasuk usia, sifat, dan tantangan yang dihadapi. “Karakter Emmy dijelaskan secara detail di sinopsis, sehingga saya sudah memiliki gambaran jelas sebelum membaca naskah lengkap,” ungkap Beby dalam konferensi pers di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Persiapan Beby tidak hanya terbatas pada pembacaan naskah. Ia harus mempelajari teknik keperawatan darurat di medan perang, yang jauh berbeda dari praktik rumah sakit modern. Dalam pelatihan, Beby belajar menangani luka tembak dengan peralatan seadanya, melakukan pembalutan tanpa kasur, serta mengadaptasi penggunaan bahan antiseptik alternatif ketika alkohol tidak tersedia. “Latihan medis ini menuntut saya memahami kondisi di hutan, bukan di ruang operasi,” katanya.
Karena literatur mengenai Emmy Saelan masih terbatas, Beby melakukan riset tambahan dengan bantuan sutradara. Emil Heradi menyediakan beberapa buku yang menjadi sumber utama untuk memahami konteks sejarah dan psikologi sang pahlawan. Beby menyebut proses ini “lumayan riset” namun sangat membantu dalam membangun kedalaman karakter.
Film Emmy tidak sekadar menampilkan aksi pertempuran; ia juga menyoroti sisi kemanusiaan, cinta, dan pengorbanan seorang wanita di tengah gejolak perang. Naskah karya Evelyn Afnilia berusaha menyeimbangkan adegan-adegan pertempuran dengan momen-momen intim yang memperlihatkan konflik internal Emmy antara tugas medis dan keinginan melindungi rekan-rekannya.
Selain Beby Tsabina, film ini menampilkan jajaran aktor ternama. Samo Rafael berperan sebagai Wolter Monginsidi, atau yang dikenal dengan panggilan Bote, tokoh pahlawan militer. Vincent Verhaag memerankan Letnan Jenderal Westerling, antagonis bersejarah Belanda. Daftar lengkap pemeran meliputi Aji Santosa, Moh. Iqbal Sulaiman, Dito Darmawan, dan Hans De Kraker, yang masing‑masing mengisi peran pendukung penting untuk menciptakan atmosfer autentik era 1940‑an.
- Beby Tsabina – Emmy Saelan
- Samo Rafael – Wolter Monginsidi (Bote)
- Vincent Verhaag – Westerling
- Aji Santosa – (peran pendukung)
- Moh. Iqbal Sulaiman – (peran pendukung)
- Dito Darmawan – (peran pendukung)
- Hans De Kraker – (peran pendukung)
Samo Rafael juga menjalani persiapan fisik yang intensif. Ia melakukan program kebugaran, termasuk berenang dan gym, serta menyesuaikan warna kulit melalui proses tanning agar cocok dengan setting medan terjal. Selain itu, Samo mempelajari bahasa Belanda dan dialek Makassar untuk menambah keotentikan dialognya.
Produksi Emmy dijadwalkan rilis pada akhir 2026 dan diharapkan menjadi salah satu film sejarah terbesar tahun ini. Dengan kombinasi sutradara berpengalaman, naskah yang kuat, serta para pemeran yang berkomitmen, film ini diharapkan menjadi refleksi penting tentang peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penonton diharapkan tidak hanya terhibur, tetapi juga terinspirasi oleh kisah heroik Emmy Saelan, simbol empati dan keberanian yang relevan hingga masa kini.
