IPD – 13 April 2026 | Perak (XAG/USD) berada di atas level $74,00 pada saat laporan ini disusun, setelah sempat menurun hingga titik terendah harian sekitar $72,61. Penurunan tersebut dipicu oleh kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz. Kondisi geopolitik yang tegang memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS sebagai aset safe‑haven, yang pada gilirannya menekan logam mulia termasuk perak.
Pasar logam mulia pada Senin mengalami tekanan signifikan. Investor yang biasanya beralih ke perak sebagai perlindungan nilai menghadapi dilema ketika sentimen risiko geopolitik berubah menjadi negatif. Negosiasi damai yang sempat diharapkan dapat meredam ketegangan ternyata berakhir tanpa kesepakatan, memperkuat persepsi bahwa konflik dapat bereskalasi. Presiden Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk menutup akses kapal ke Selat Hormuz, jalur strategis bagi transportasi minyak dunia, menambah kecemasan di pasar keuangan.
Kalender ekonomi pada Senin relatif kosong, namun fokus segera beralih ke data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat untuk bulan Maret yang dijadwalkan dirilis pada Selasa. Analis memperkirakan data tersebut akan mencerminkan tren inflasi yang sebelumnya terungkap dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Jumat lalu. Jika IHP menunjukkan tekanan inflasi yang kuat, kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish, yang selanjutnya dapat memperkuat dolar dan menekan harga perak.
Secara teknikal, perak masih berada di atas dasar channel naik yang terbentuk sejak akhir Maret. Namun, indikator momentum menunjukkan pelemahan. Relative Strength Index (RSI) pada kerangka waktu 4‑jam telah melintasi di bawah garis tengah, mengindikasikan potensi oversold jangka pendek. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga berada di wilayah negatif, menandakan tekanan jual masih dominan.
Formasi bearish flag potensial sedang berkembang. Jika harga berhasil menembus level support sekitar $73,50, pola flag akan terkonfirmasi dan target pertama dapat turun ke level terendah 23 Maret, yakni sekitar $61,00. Sebelum mencapai zona tersebut, penjual kemungkinan akan menemukan support di kisaran $68,20‑$69,80, yang merupakan level terendah awal April.
Di sisi bullish, pemulihan di atas dasar channel akan menjadi sinyal pertama stabilisasi. Hal ini dapat membuka peluang untuk menguji resistance horizontal di $77,65, level tertinggi yang tercatat pada 8 April. Jika momentum kembali menguat, resistance selanjutnya berada pada level $81,13 (tinggi 1 April) dan puncak channel di sekitar $85,00.
Faktor fundamental yang memengaruhi perak
- Geopolitik: Ketegangan AS‑Iran dan potensi blokade Hormuz meningkatkan permintaan safe‑haven, namun pada saat yang sama memperkuat dolar, yang berlawanan dengan pergerakan perak.
- Dolar AS: Perak diperdagangkan dalam dolar, sehingga apresiasi dolar biasanya menurunkan harga perak secara relatif.
- Permintaan industri: Perak tetap menjadi bahan penting bagi sektor elektronik, energi surya, dan manufaktur, sehingga perubahan dalam permintaan industri dapat mempengaruhi harga.
- Inflasi: Data IHP dan IHK yang menunjukkan tekanan inflasi dapat memicu kebijakan moneter yang lebih ketat, mendukung dolar dan menekan logam mulia.
Selain faktor-faktor di atas, perak juga dipengaruhi oleh dinamika pasar emas. Kedua logam mulia ini cenderung bergerak beriringan, karena keduanya dianggap sebagai aset safe‑haven. Namun, rasio emas‑perak dapat memberi sinyal valuasi relatif; ketika rasio meningkat, perak dianggap undervalued dan berpotensi naik, sebaliknya rasio menurun dapat menandakan overvaluation perak.
Para analis memperingatkan bahwa volatilitas dapat meningkat dalam beberapa hari mendatang, seiring dengan publikasi data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan diplomatik di Timur Tengah. Investor yang mempertimbangkan posisi di perak sebaiknya memperhatikan level support kritis di $68,20‑$69,80 serta potensi breakout di atas $77,65 untuk mengidentifikasi arah tren selanjutnya.
Kesimpulannya, meski perak berhasil bertahan di atas $74,00, momentum bullish yang sempat menguat pada pekan sebelumnya kini menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Tekanan geopolitik yang memperkuat dolar AS serta data inflasi yang akan datang menjadi faktor kunci yang dapat menentukan apakah perak akan melanjutkan penurunan menuju $61,00 atau memulihkan diri menuju level resistance di atas $77,00.
