IPD – 09 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami pergerakan signifikan pada perdagangan pekan ini, namun kebijakan buyback tetap tidak berubah. Pada Sabtu, 4 April 2026, harga jual emas Antam per gram diperkirakan berada di kisaran Rp2,85 juta, mengacu pada data pasar yang dipublikasikan pada hari berikutnya, 9 April 2026. Sementara itu, harga buyback Antam tetap berada pada level Rp2.605.000 per gram, tidak mengalami penyesuaian meski harga jual mengalami penurunan sekitar Rp50.000 dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat dan fluktuasi harga minyak mentah. Pada 8 April 2026, harga emas spot dunia naik 1,6% menjadi USD 4.779,19 per ounce, dipicu oleh penguatan dolar AS serta penurunan harga minyak setelah tercapainya gencatan senjata singkat antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan tersebut memberikan tekanan pada harga emas domestik, meski secara lokal terdapat koreksi harga jual pada hari Sabtu.
Berikut rangkuman harga jual dan buyback emas Antam per gram pada 4‑9 April 2026:
| Berat (gram) | Harga Jual (Rupiah) | Harga Buyback (Rupiah) |
|---|---|---|
| 0,5 | Rp1.475.000 | Rp1.362.000 |
| 1 | Rp2.850.000 | Rp2.605.000 |
| 2 | Rp5.640.000 | Rp5.451.000 |
| 3 | Rp8.435.000 | Rp8.177.000 |
| 5 | Rp14.025.000 | Rp13.628.000 |
| 10 | Rp27.995.000 | Rp27.257.000 |
Data di atas mencerminkan harga resmi yang dipublikasikan oleh Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang, serta konfirmasi harga dari Pegadaian yang pada hari yang sama mencatat harga jual emas Antam 1 gram sebesar Rp3.016.000, lebih tinggi dibandingkan harga pasar umum. Harga buyback di Pegadaian untuk ukuran 1 gram tercatat Rp2.725.000, menunjukkan selisih premium yang ditawarkan oleh lembaga keuangan tersebut.
Sejak awal tahun 2026, harga emas Antam telah menembus rekor tertinggi pada 29 Januari 2026, mencapai Rp3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp2.989.000 per gram. Namun, pada kuartal pertama, tekanan inflasi domestik dan penyesuaian kebijakan suku bunga menyebabkan koreksi harga ke level yang lebih realistis, seperti yang terlihat pada 4‑9 April 2026.
Faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas Antam meliputi:
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang berperan penting dalam menentukan harga emas impor.
- Kebijakan moneter Bank Indonesia yang menyesuaikan suku bunga acuan untuk menahan inflasi.
- Sentimen geopolitik global, terutama perkembangan di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dan, secara tidak langsung, harga emas.
- Permintaan domestik terutama dari sektor perhiasan dan investasi, yang tetap kuat meski terjadi penurunan harga.
Meskipun harga jual mengalami penurunan, kebijakan buyback Antam dipertahankan pada level Rp2.605.000 per gram. Keputusan ini diambil untuk memberikan kepastian bagi investor ritel yang ingin menjual kembali emas mereka tanpa harus khawatir akan penurunan nilai yang drastis. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan pasar logam mulia domestik.
Investor disarankan untuk memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti nilai tukar dan kebijakan moneter, sekaligus memantau harga di berbagai kanal penjualan, termasuk Pegadaian, yang seringkali menawarkan premi tambahan. Dengan memahami dinamika tersebut, para pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat dalam jangka menengah hingga panjang.
Secara keseluruhan, pasar emas Antam pada awal April 2026 menunjukkan pola koreksi harga jual yang wajar, namun kebijakan buyback tetap stabil, memberikan sinyal positif bagi kepercayaan investor. Kondisi ini diharapkan dapat mendukung likuiditas pasar emas domestik serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan konsumen logam mulia utama di Asia Tenggara.
