IPD – 04 April 2026 | World Climbing Asian Championship 2026 yang akan digelar di Meishan, China, tidak hanya menjadi arena kualifikasi penting menuju Asian Games 2026, tetapi juga menawarkan paket hadiah yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Panitia penyelenggara mengumumkan total dana hadiah mencapai sekitar Rp2,8 miliar, dengan peningkatan signifikan pada setiap kategori, terutama kategori speed yang menjadi sorotan utama.
Berikut rincian hadiah yang diumumkan:
| Kategori | Posisi | Hadiah (Rupiah) |
|---|---|---|
| Speed Putra | Juara 1 | Rp700.000.000 |
| Juara 2 | Rp350.000.000 | |
| Juara 3 | Rp175.000.000 | |
| Speed Putri | Juara 1 | Rp600.000.000 |
| Juara 2 | Rp300.000.000 | |
| Juara 3 | Rp150.000.000 | |
| Lead & Boulder | Juara 1 | Rp500.000.000 |
| Juara 2 | Rp250.000.000 | |
| Juara 3 | Rp125.000.000 |
Jika dibandingkan dengan kejuaraan Asia 2025, total hadiah naik hampir 40 persen. Kenaikan ini dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi atlet dan menarik lebih banyak perhatian sponsor serta media internasional.
Tim panjat tebing Indonesia, yang dikirim oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyiapkan sembilan atlet speed—lima putra dan empat putri—beserta tujuh atlet lead dan boulder, sehingga total kontingen mencapai 16 atlet. Di antara mereka, nama-nama seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Rajiah Sallsabillah menjadi sorotan utama karena telah menunjukkan performa konsisten di ajang World Cup.
Pelatih speed Galar Pandu Asmoro menegaskan bahwa target utama tim adalah menembus delapan besar di masing-masing sektor untuk mengamankan tiket ke Asian Games 2026. “Jika kami berhasil masuk delapan besar, peluang memperoleh hadiah besar sekaligus tiket Asian Games akan sangat terbuka,” ujar Galar dalam konferensi pers pra-kejuaraan.
Strategi persiapan tim meliputi fase tapering intensif, adaptasi kondisi di China, dan latihan ringan sebelum kompetisi. Tim dijadwalkan berangkat ke Meishan pada 5 April 2026, dengan jadwal istirahat dan conditioning yang ketat hingga hari pertama perlombaan pada 9 April.
Pengumuman hadiah besar ini juga berdampak pada dinamika persaingan. Atlet- atlet senior seperti Veddriq Leonardo yang pernah meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024 kini menatap peluang untuk menambah koleksi medali sekaligus meraih hadiah tunai tertinggi dalam sejarah panjat tebing Asia. Di sisi lain, atlet junior seperti Aditya Tri Syahria diharapkan dapat menantang para senior dengan energi dan teknik terbaru.
Selain fokus pada prestasi olahraga, FPTI juga menekankan pentingnya etika dan keamanan dalam pelatihan. Setelah insiden pelecehan seksual yang mengguncang federasi pada awal tahun 2026, manajemen kini mengimplementasikan program perlindungan atlet dan mengganti pelatih kepala dengan Galar Pandu Asmoro. “Kami ingin memastikan bahwa atlet dapat berlatih dalam lingkungan yang aman dan profesional, sehingga mereka dapat mengarahkan seluruh energi pada kompetisi,” kata Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid.
Dengan total hadiah hampir Rp700 juta untuk juara pertama speed putra dan paket hadiah lainnya yang menggiurkan, Kejuaraan Asia 2026 diprediksi akan menjadi salah satu ajang paling kompetitif dalam sejarah panjat tebing di Asia. Bagi Indonesia, keberhasilan mengamankan tiket Asian Games sekaligus meraih hadiah besar akan menjadi bukti kematangan program pengembangan atlet dan potensi besar dalam olahraga memanjat.
Secara keseluruhan, peningkatan hadiah ini tidak hanya mengangkat profil panjat tebing di kancah Asia, tetapi juga memberikan insentif finansial yang signifikan bagi para atlet untuk berkompetisi di level tertinggi. Semua mata kini tertuju pada Meishan, menanti aksi spektakuler dari para pendaki terbaik Asia, termasuk harapan kuat Indonesia untuk kembali mengukir prestasi gemilang.
