Gempa Palu: Pemulihan Pasokan Listrik dan Penanganan Korban

IPD – 17 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan dan menyebabkan korban jiwa. Menurut data terbaru, sebanyak 1 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan.

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu bergerak cepat melakukan inspeksi dan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdampak gempa. Pemulihan dilakukan Rabu (17/6/2026) pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang berpusat sekitar 42 km tenggara Palu pada Selasa (16/6/2026).

Langkah taktis ini diambil guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik. Berdasarkan hasil pemantauan komprehensif hingga Rabu (17/6/2026) Pukul 12.00 Wita, sebagian besar sistem kelistrikan yang sempat terdampak kini telah berhasil dipulihkan.

Dari total 3 penyulang dan 15 section jaringan yang mengalami gangguan akibat sistem pengamanan otomatis pasca-gempa, seluruhnya (100 persen) telah berhasil dinormalkan kembali oleh petugas di lapangan. Pada sisi pelanggan, dari total 68.459 pelanggan yang terdampak, sebanyak 66.578 pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengucapkan belasungkawa atas gempa magnitudo (M) 6,7 yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Diketahui gempa itu mengakibatkan 1 orang tewas dan puluhan luka-luka. Prasetyo Hadi juga mengatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut pihaknya telah menyiapkan tenda darurat dan dukungan logistik bagi korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Gus Ipul mengatakan, tim dari Kemensos telah berada di lokasi terdampak gempa.

Kemensos juga mendirikan tenda-tenda darurat serta menyiapkan dukungan logistik untuk dapur umum sebagai bagian dari penanganan masa kedaruratan bencana. Hingga saat ini Tagana dan unsur pilar sosial Kemensos masih berada di lapangan bersama pemerintah daerah untuk melakukan pendataan sekaligus penyaluran bantuan awal bagi warga terdampak.

Gempa Sulteng pada Selasa (16/6/2026), menyisakan duka bagi banyak orang. Data terbaru yang diliris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, menyebutkan sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa. Hasil pendataan sementara menunjukkan dampak kerusakan tersebar di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Kota Palu dan Kabupaten Poso.

Di Kabupaten Parigi Moutong, tercatat sebanyak 37 unit rumah terdampak. Sementara di Kota Palu, kerusakan meliputi satu unit rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna Universitas Tadulako, serta sejumlah bagian bangunan pada Hotel Best Western dan Hotel Santika.

Adapun di Kabupaten Poso, tiga unit rumah di Desa Tumora mengalami kerusakan dan akses jalan di wilayah Napu dilaporkan ambles akibat guncangan gempa. Selain menyebabkan kerusakan bangunan, BPBD mencatat 1 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan.

Korban meninggal dunia berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Selain itu, 2 warga mengalami luka ringan di Kota Palu. Di Kabupaten Sigi, korban luka ringan terdiri atas 21 orang di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, 22 orang di Desa Uwenuni, Kecamatan Palolo, 16 orang di Desa Kamarora A, dan 3 orang di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, serta 1 orang di Desa Sibalaya Barat, Kecamatan Tanambulava.

Sementara korban luka berat masing-masing satu orang di Desa Bora, 2 orang di Desa Uwenuni, 1 orang di Desa Bakubakulu, dan 9 orang di Desa Kamarora B. Di Kabupaten Poso, 1 warga Desa Tumora mengalami luka ringan akibat tertimpa atap rumah.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dan pemerintah perlu sadar bahwa Indonesia ada di wilayah rawan gempa dan tsunami. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penanganan yang baik terhadap korban dan dampak gempa.

Leave a Comment